BPS Gelar Sensus Ekonomi, Pelaku Usaha di Kota Malang Diminta Berpartisipasi

  • 10 Mar 2026 11:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali melaksanakan Sensus Ekonomi Tahun 2026 (SE2026), program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi perekonomian nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin mengatakan bahwa sensus ini bertujuan menyediakan data dasar yang terpercaya mengenai berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan.

“Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

SE2026 akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dan mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar. Namun sensus ini tidak mencakup lapangan usaha kategori A, O, dan T. Melalui pendataan ini, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan level perekonomian di berbagai wilayah.

"Pelaksanaan sensus akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 1–31 Mei 2026, di mana perusahaan besar akan menerima email untuk mengisi kuesioner secara mandiri melalui sistem daring. Selanjutnya pada 1 Juni hingga 31 Juli 2026, petugas sensus akan melakukan pendataan lapangan secara langsung dari pintu ke pintu bagi usaha atau perusahaan yang belum mengisi kuesioner secara online," paparnya.

Menurut Umar, sensus ini juga akan menjawab berbagai isu penting dalam dunia usaha, mulai dari pemetaan ekonomi wilayah, strategi pengembangan usaha, hingga peluang pasar baru. Selain itu, sensus juga akan mengkaji perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan serta melihat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

"Hasil SE2026 nantinya akan memberikan berbagai manfaat bagi banyak pihak. Pemerintah akan memperoleh data terkini untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif," ujarnya.

Sektor bisnis dapat memanfaatkan data tersebut untuk menyusun strategi bisnis, investasi, dan ekspansi usaha. Sementara itu akademisi dan peneliti akan mendapatkan data yang lebih lengkap untuk mendukung berbagai penelitian berbasis data.

“Masyarakat juga akan merasakan manfaat dari kebijakan ekonomi yang lebih tepat serta dapat mengakses hasil data sensus untuk berbagai kebutuhan,” tambahnya.

Dari sensus ini nantinya akan dihasilkan peta ekonomi Indonesia, analisis sektoral berbagai bidang usaha, serta informasi mendalam mengenai kondisi ekonomi berdasarkan skala usaha maupun wilayah, baik tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.

BPS Kota Malang mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 agar data yang dihasilkan semakin akurat dan mampu menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Partisipasi tersebut juga dinilai penting untuk mendorong transparansi serta perbaikan ekosistem ekonomi dalam mendukung target pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Rekomendasi Berita