Inflasi Malang Naik 0,74% Dipicu Kenaikan Harga Cabai

  • 05 Mar 2026 15:19 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Inflasi Kota Malang kembali menanjak pada Februari 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat inflasi sebesar 0,74% secara bulanan (mtm), berbalik dari Januari yang mengalami deflasi 0,10% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Kota Malang mencapai 4,81% (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 4,88% (yoy), namun sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional yang berada di level 4,76% (yoy).

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,48% (mtm). Komoditas penyumbang utama yakni cabai rawit (0,20%), emas perhiasan (0,17%), daging ayam ras (0,10%), telur ayam ras (0,07%), serta cabai merah (0,02%). Kenaikan harga dipicu turunnya pasokan akibat curah hujan tinggi serta lonjakan permintaan menjelang Ramadan 1447 H.

Di sisi lain, sejumlah komoditas menahan laju inflasi. Bensin mencatatkan deflasi -0,05% (mtm), disusul wortel, sawi putih, bawang merah, dan tarif kereta api masing-masing -0,01% (mtm). Penurunan ini terjadi karena penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta program diskon angkutan Lebaran dari PT Kereta Api Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan tekanan harga masih dalam koridor pengendalian.

“Tekanan inflasi terutama berasal dari komoditas pangan yang mengalami gangguan pasokan. Namun, koordinasi TPID terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjelang Idulfitri, penguatan operasi pasar dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) akan diintensifkan untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% (yoy).

Rekomendasi Berita