Kenaikan Harga Pangan Picu Inflasi Kota Malang 0,74 Persen
- 02 Mar 2026 14:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama pendorong inflasi Kota Malang pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi secara month-to-month (m-to-m) atau bulanan sebesar 0,74 persen. Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 0,95 persen, namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,68 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang, Umar Sjaifuddin menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 0,48 persen.
“Komoditas yang paling dominan memicu inflasi adalah cabai rawit. Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam ras, telur ayam ras, serta cabai merah,” ujar Umar, Senin (2/3/2026).
Ia menyebutkan, lonjakan harga pangan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat pada awal bulan Ramadan.
“Komoditas yang paling dominan memicu inflasi adalah cabai rawit. Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam ras, telur ayam ras, serta cabai merah,” ujar Umar, Senin (2/3/2026).
Ia menyebutkan, lonjakan harga pangan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat pada awal bulan Ramadan.
"Tingginya kebutuhan konsumsi rumah tangga mendorong kenaikan harga di tingkat pasar," katanya.
Selain bahan pangan, kenaikan harga emas perhiasan juga turut memberikan tekanan inflasi. Sepanjang Februari 2026, tren harga emas tercatat lebih tinggi dibandingkan Januari 2026, sehingga berdampak pada harga produk turunannya.
Secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d), inflasi Kota Malang hingga Februari 2026 tercatat sebesar 0,64 persen. Sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi mencapai 4,81 persen.
Selain bahan pangan, kenaikan harga emas perhiasan juga turut memberikan tekanan inflasi. Sepanjang Februari 2026, tren harga emas tercatat lebih tinggi dibandingkan Januari 2026, sehingga berdampak pada harga produk turunannya.
Secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d), inflasi Kota Malang hingga Februari 2026 tercatat sebesar 0,64 persen. Sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi mencapai 4,81 persen.
"Secara y-on-y, inflasi pada bulan Februari 2026 dipicu oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Komoditas utama penyumbang inflasi yaitu tarif listrik," ungkapnya.
Meski demikian, Umar menegaskan bahwa faktor utama tekanan harga pada Februari ini tetap berasal dari komoditas pangan, khususnya cabai rawit yang menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan berjalan. BPS juga mencatat, dari 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur yang mengalami inflasi, Kota Malang termasuk yang terendah dengan angka 0,74 persen.
Meski demikian, Umar menegaskan bahwa faktor utama tekanan harga pada Februari ini tetap berasal dari komoditas pangan, khususnya cabai rawit yang menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan berjalan. BPS juga mencatat, dari 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur yang mengalami inflasi, Kota Malang termasuk yang terendah dengan angka 0,74 persen.