Inovasi UMKM Packaging Premium Asal Blitar Sasar Pasar Nasional

  • 09 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Usaha pembuatan packaging premium di Nglegok, Kabupaten Blitar, mampu menjangkau pasar di berbagai daerah di Indonesia melalui produk packaging custom untuk kebutuhan brand hingga acara pernikahan. Terus berinovasi, bisnis ini mampu bersaing dan terus berkembang.

Pemilik usaha Bridesmaidbox.id dan Endless Pack, Lendy Renora, mengatakan bisnis tersebut dirintis sejak 2018 dan kini memiliki dua lini usaha dengan segmen pasar berbeda.

“Bridesmaidbox fokus pada kebutuhan acara pernikahan, sedangkan Endless Pack lebih ke packaging premium yang biasanya dipesan brand atau bakery,” kata Lendy, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, bisnis yang dijalankan berfokus pada produksi kemasan tanpa isi agar lebih mudah dipasarkan dan dikirim ke berbagai daerah. Menurutnya, banyak pelaku usaha yang telah memiliki produk sendiri, tetapi membutuhkan kemasan yang menarik untuk meningkatkan nilai jual.

“Biasanya brand atau bakery sudah punya produk dan isi hampersnya. Kami menyediakan box-nya saja dengan desain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Selain menyediakan layanan desain custom, usaha tersebut juga menetapkan jumlah pemesanan minimum yang relatif kecil agar pelaku usaha kecil atau UMKM dapat memesan kemasan produk.

“Minimal order kami mulai dari 10 box, jadi UMKM kecil pun bisa memesan packaging di tempat kami,” katanya.

Permintaan kemasan biasanya meningkat menjelang momen tertentu, seperti Hari Raya Idulfitri. Pada periode tersebut, banyak brand memesan box untuk kebutuhan hampers.

“Biasanya pesanan mulai meningkat dua hingga tiga bulan sebelum Ramadan. Bahkan ada brand yang memesan hingga 1.500 box untuk kebutuhan hampers Lebaran,” jelasnya.

Meski demikian, Lendy mengakui bisnis packaging juga menghadapi tantangan, terutama kenaikan harga bahan baku serta persaingan usaha yang semakin ketat. Untuk menyiasatinya, ia memilih menambah nilai value tanpa menaikkan harga produk.

“Biasanya saya ga cuma ngasih boxnya aja. Tapi nanti kaya printilan lain saya kasih, misal sudah free greeting paper, sticker, pernak pernik lain seperti itu karena biasanya di tempat lain ada tambahan harga, kalo saya sudah include”, ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pelanggan yang kembali melakukan pemesanan. Menurutnya, bisnis tersebut mengalami kenaikan sekitar 30 persen setiap tahun. Awalnya hanya menyalurkan minat di sela kuliah, sekarang setelah 8 tahun omset perbulannya sudah mencapai lebih dari 100 juta rupiah. (Annisa)

Rekomendasi Berita