Ramadan, Periode Okupansi Terendah Hotel di Kota Batu
- 18 Feb 2026 15:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Industri perhotelan di Kota Batu kembali menghadapi tantangan penurunan tingkat hunian selama bulan Ramadan. Periode ini bahkan disebut sebagai bulan dengan okupansi terendah sepanjang tahun.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batu sekaligus Pengurus PHRI Kota Batu, Didik Rocky Wahyono, mengungkapkan pada minggu pertama dan kedua Ramadan, rata-rata tingkat hunian hotel berada di bawah 50 persen. Bahkan, sejumlah hotel mencatat okupansi di bawah 30 persen.
“Memang saat ini kita sedang mempersiapkan untuk bulan yang agak low atau bahkan lowest of the year. Ramadan untuk hotel biasanya tingkat okupansinya paling rendah dibanding bulan lain, terutama di minggu awal,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, penurunan ini dipengaruhi perubahan pola aktivitas masyarakat. Selama Ramadan, masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah, sementara aktivitas perkantoran seperti meeting dan kegiatan luar ruang juga berkurang signifikan.
“Orang-orang lebih fokus beribadah. Kegiatan meeting juga banyak berkurang di bulan Ramadan ini, sehingga berdampak pada hunian hotel,” jelasnya.
Selain faktor musiman, kondisi ekonomi turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih akomodasi. Didik menilai, saat ini selisih harga puluhan ribu rupiah pun menjadi pertimbangan penting.
“Bukan cuma brand dan location, harga juga jadi pertimbangan utama. Apalagi di Batu, selisih harga hotel bintang tiga, empat, dan lima tidak terlalu signifikan, jadi kita harus bijak menentukan harga supaya tetap kompetitif,” tambah pria yang juga menjabat sebagai GM Aston Inn Batu ini. (Annisa)