Sambut Ramadan, Hotel di Batu Harus Kreatif dan Efisiensi

  • 18 Feb 2026 14:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menghadapi bulan Ramadan yang masuk masa tingkat hunian rendah di 2026 ini, pelaku usaha perhotelan di Kota Batu menerapkan berbagai strategi kreatif untuk menjaga pergerakan usaha tetap stabil. Fokus tidak hanya pada peningkatan pendapatan, tetapi juga efisiensi operasional.

Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Didik Rocki Wahyono mengatakan, selama Ramadan sektor food and beverage (F&B) menjadi andalan utama terutama melalui paket buka puasa bersama (bukber) dan sahur.

“Saat ini kita fokus di bukber atau iftar, jadi kita bikin paket dan promo menarik. Biasanya hanya room breakfast, sekarang kita buat room sahur dan bukber dengan harga yang sama,” katanya.

Didik menjelaskan, strategi yang diterapkan lebih mengarah pada sistem bundling untuk menarik minat tamu. Paket menginap selama Ramadan kerap dilengkapi dengan berbagai tambahan, seperti diskon 20-25 persen, layanan laundry, hingga kemudahan upgrade kamar.

“Jadi kita lebih ke bundling. Stay di bulan Ramadan sudah termasuk buka puasa dan sahur, kadang kita kasih laundry atau diskon. Di periode lowest seperti ini, istilahnya kita memanjakan tamu,” ujarnya.

Di sisi lain, efisiensi dilakukan secara menyeluruh di setiap departemen hotel. Penggunaan bahan baku dioptimalkan agar tidak berlebihan, penghematan listrik ditingkatkan, serta pengaturan cuti karyawan yang belum diambil dimanfaatkan untuk menekan biaya operasional.

“Kita bukan hanya fokus bagaimana mendatangkan revenue, tapi juga fokus ke efisiensi. Setiap departemen difokuskan mengoptimalkan cost karena revenue memang lebih rendah dibanding bulan lain,” tegasnya.

Tak hanya itu, pelaku usaha juga mulai lebih agresif dalam mencari pasar baru. Jika sebelumnya menunggu tamu datang, kini hotel mendatangi langsung komunitas dan segmen masyarakat yang belum tergarap optimal.

“Kami lebih creative mengambil market yang belum kami garap sebelumnya dengan masuk ke ibu-ibu arisan, kegiatan kelurahan, balai desa. Itu bisa kita akomodasi menjadi kegiatan di hotel,” jelas pria yang juga menjabat sebagai General Manager Hotel Aston Inn Batu ini.

Promosi juga diperluas dengan mendekati pelaku travel dan tour leader dari luar kota di sejumlah titik wisata Kota Batu. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga pergerakan ekonomi pariwisata tetap berjalan selama Ramadan, meski tidak sekuat bulan-bulan lainnya. (Annisa)

Rekomendasi Berita