Read Aloud Jadi Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak
- 12 Mar 2026 15:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di era digital saat ini, anak-anak semakin akrab dengan gawai, video, dan berbagai hiburan visual yang mudah diakses. Kondisi ini membuat sebagian orang tua khawatir karena waktu anak untuk membaca buku semakin berkurang. Namun, kegiatan read aloud atau membaca nyaring dinilai bisa menjadi cara efektif untuk mengembalikan minat anak pada buku sekaligus menjaga kedekatan mereka dengan aktivitas literasi.
Koordinator Kapten Divisi Event Planning Komunitas Read Aloud Malang Raya, Roshinta Meta Abriana, mengatakan bahwa perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Namun, kegiatan membaca tetap harus hadir dalam keseharian anak. “Gadget memang bisa mengurangi rentang fokus anak. Karena itu, read aloud bisa menjadi jembatan agar anak kembali fokus pada buku. Dalam read aloud ada ilustrasi, suara pembaca, dan cara penyampaian cerita yang membuat anak penasaran sehingga tidak terasa membosankan,” ungkap Kak Ros.
Dalam dialog bersama RRI Malang pada Kamis (12/3/2026), Kak Ros menambahkan bahwa buku juga memiliki keunggulan yang tidak selalu bisa digantikan oleh media digital. Interaksi fisik dengan buku dapat membantu perkembangan anak, terutama pada usia dini. “Buku punya kesan tersendiri. Untuk anak-anak, terutama toddler, membuka halaman buku sendiri bisa menjadi stimulus motorik halus mereka. Karena itu buku fisik masih punya banyak keunggulan untuk anak-anak, bahkan idealnya keluarga juga bisa mulai menghadirkan perpustakaan kecil di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Kiflaini Noer Mawaddah atau Kak Fifi menekankan bahwa setelah membaca cerita, orang tua juga bisa mengajak anak berdiskusi secara santai agar mereka lebih memahami pesan dari cerita tersebut. “Anak sebaiknya diposisikan sebagai teman berdiskusi, bukan sebagai orang yang digurui. Jadi setelah membaca cerita, kita bisa mengobrol tentang apa yang mereka rasakan atau pikirkan dari cerita itu,” jelasnya. Dengan pendekatan yang hangat dan menyenangkan, kegiatan membaca tidak hanya menjadi aktivitas belajar, tetapi juga pengalaman yang memperkaya imajinasi sekaligus memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.