Hari Musik Nasional: Musik Bangun Jiwa Bangsa
- 11 Mar 2026 04:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peringatan Hari Musik Nasional 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat peran musik dalam membangun karakter dan identitas bangsa. Hal ini mengemuka dalam dialog Malang Menyapa yang disiarkan Pro 1 RRI Malang, Selasa (10/3/2026), dengan menghadirkan Kepala Museum Musik Indonesia Ratna Sakti Wulandari serta Founder Miben Voice Yukhe Oktaf sebagai narasumber.
Ratna Sakti Wulandari menjelaskan bahwa sejak masa perjuangan kemerdekaan, musik memiliki peran penting sebagai penyemangat sekaligus simbol persatuan bangsa. Lagu-lagu seperti Indonesia Raya hingga berbagai lagu perjuangan menjadi media yang menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Sejak dulu musik menjadi penyemangat perjuangan. Lagu-lagu seperti Indonesia Raya mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan menyatukan masyarakat yang beragam,” ujarnya.
Menurut Ratna, kekayaan musik Indonesia juga terlihat dari banyaknya lagu daerah serta ragam alat musik tradisional yang dimiliki bangsa ini. Ia menilai kekayaan tersebut seharusnya menjadi kebanggaan yang terus diperkenalkan ke dunia.
“Kita memiliki ribuan alat musik dan ragam musik daerah. Jangan sampai kita justru malu dengan musik Indonesia, sebaliknya harus kita sebarkan dan kenalkan ke seluruh dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Founder Miben Voice Yukhe Oktaf menekankan bahwa musik juga bisa menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter anak. Menurutnya, anak-anak seringkali sulit menerima nasihat secara langsung, tetapi pesan moral bisa lebih mudah dipahami melalui lagu dan aktivitas bermusik.
“Di tiap anak tidak selalu mudah menerima nasihat secara lisan. Tapi lewat musik, pesan itu bisa masuk dengan lebih ringan dan menyenangkan,” ungkap Yukhe.
Ia juga menilai dukungan keluarga dan pemerintah sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap musik nasional. Yukhe berharap pendidikan musik mendapat perhatian lebih dalam kurikulum sekolah.
“Peran orang tua dan pemerintah sangat berpengaruh. Kalau bisa, musik juga lebih dikuatkan dalam kurikulum sekolah supaya anak-anak semakin dekat dengan lagu nasional dan budaya kita,” pungkasnya.