SPPG Kota Malang Terapkan Skema Bundling saat Ramadan dan Lebaran

  • 04 Mar 2026 14:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang selama Ramadan hingga Lebaran disesuaikan dengan pola konsumsi penerima manfaat, termasuk skema bundling menjelang libur Idul Fitri. Hal ini disampaikan dalam program Halo RRI, Rabu 4 Maret 2026.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Malang, Muhammad Atho’illah, menyampaikan bahwa selama Ramadan menu difokuskan pada makanan kemasan sehat dan bergizi.

“Kami fokus pada makanan kemasan sehat, semacam makanan kering bergizi,” ujarnya.

Ia menjelaskan penyusunan menu tetap mengacu pada surat edaran kepala badan dengan memperhatikan angka kecukupan gizi.

“Semua angka kecukupan harus terpenuhi, mulai dari serat, protein hewani nabati, karbohidrat, hingga mineral,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap SPPG memiliki pengawas gizi yang memastikan standar terpenuhi setiap hari.

“Kami menetapkan angka kecukupan gizi per hari sehingga penerima manfaat tetap menjadi prioritas,” ucap Atho’illah.

Selama Ramadan, pembagian MBG dilakukan Senin hingga Sabtu, dengan distribusi Sabtu dirapel pada Jumat.

“Karena Sabtu libur, maka hari Jumat penerima manfaat mendapat dua paket,” jelasnya.

Menjelang Idul Fitri, MBG akan dibagikan dalam bentuk paket bundling maksimal untuk tiga hari terakhir sebelum libur panjang.

“Kami hanya bisa membagikan maksimal tiga hari di hari terakhir kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Terkait pengawasan mutu, ia menegaskan evaluasi terus dilakukan agar kejadian serupa seperti temuan makanan tak layak tidak terulang.

“Kami memastikan pengawas gizi lebih ketat dan memilih menu yang daya tahannya lebih dari 12 jam,” ujarnya.

Di Kota Malang saat ini terdapat 67 SPPG yang telah beroperasi dan empat lainnya dalam tahap persiapan operasional, dan akan terus bertambah untuk memenuhi kebutuhan sesuai rasio.

Di akhir perbincangan, menjawab kritik tentang menu MBG di Kota Malang, Atok menegaskan kembali, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan SPPG terkait. Apabila di Kota Malang terdapat keluhan, masyarakat bisa melapor melalui call center 127 atau PIC program MBG sekolah. (Meuthia Adzkiya)

Rekomendasi Berita