SPPG Pandanwangi 1 Pastikan Menu MBG Ramadan Aman
- 04 Mar 2026 14:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Mitra Dapur SPPG Pandanwangi 1 Kota Malang memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan dan menjelang Lebaran aman dikonsumsi serta sesuai standar gizi yang ditetapkan. Hal ini merespons laporan pendengar dalam program Halo RRI, Rabu 4 Maret 2026 tentang kualitas menu MBG.
Mitra Dapur SPPG Pandanwangi 1, Danny Agung Prasetyo, menegaskan hingga saat ini belum ada aduan dari masyarakat terkait menu yang disajikan SPPG nya.
“Alhamdulillah sampai hari ini kita tidak ada aduan sama sekali, masih fine-fine saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan menu yang disiapkan sejak 23 Februari meliputi kurma, roti, ayam ungkep, dan susu untuk berbuka puasa.
“Mulai tanggal 23, 24 Februari itu ada kurma, ada roti, ada ayam ungkep, ada susu,” ucap pemilik D’ Catering ini.
Untuk menjamin keamanan makanan, proses pengolahan ayam ungkep dilakukan sejak pukul 02.00 dini hari.
“Menu diolah mulai jam 2 malam, prosesnya sekitar satu jam lalu langsung masuk pendinginan dan dibekukan,” ungkapnya.
Menurutnya, metode pembekuan dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga hingga waktu berbuka puasa.
“Karena peruntukannya untuk sore, jadi saya biarkan beku dulu baru didistribusikan,” jelas Danny.
Terkait perbedaan menu di tiap jenjang pendidikan, ia menyebut hal itu disesuaikan dengan nominal anggaran.
“Untuk PAUD sampai SD kelas 3 nominalnya 8 ribu, sedangkan SD kelas 4 sampai SMA 10 ribu per paketnya,” ujarnya.
Danny juga menanggapi kritik masyarakat yang belakangan ramai berbagi foto paket menu MBG di media social. Menurutnya permasalahannya adalah pada tampilan menu.
“Secara nilai harga itu patut, cuma dari tampilan penyajiannya yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Danny berharap kritik dari orang tua dan penerima manfaat menjadi kontrol sosial agar kualitas program tetap terjaga. Apabila masyarakat menemukan hal yang tak sesuai ketentuan, diminta untuk menyampaikan kritik sebagai kontrol sosial untuk perbaikan program MBG .
“Kritik ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi kontrol sosial agar program di Kota Malang berjalan baik,” pungkasnya. (Meuthia Adzkiya)