Dishub Kota Malang Siapkan Tujuh Pos Mudik

  • 03 Mar 2026 20:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Dinas Perhubungan Kota Malang memprediksi arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah mengalami penurunan. Secara nasional, pergerakan masyarakat diperkirakan 143,6 juta orang, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penurunan juga diprediksi terjadi di Kota Malang sekitar 1,75 persen untuk arus keluar-masuk kendaraan.

“Faktornya antara lain musim hujan dan efisiensi biaya perjalanan,” jelasnya. Selasa 3 Februari 2026.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dua gelombang, yakni 13–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Perkiraan itu mempertimbangkan dinamika libur nasional dan Hari Raya Nyepi yang berada di tengah periode mudik.

Untuk pengamanan, Dishub bersama kepolisian menyiapkan tujuh pos yang terdiri dari Pos Pantau, Pos Pelayanan, dan Pos Pengamanan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Titik rawan dipetakan di kawasan perdagangan dan jasa seperti MOG, Pasar Besar, Ramayana, Matos, Dinoyo Mall, serta jalur nasional dan provinsi seperti Ahmad Yani, Borobudur, hingga Simpang Dinoyo-Sengkaling.

Dishub juga mengantisipasi lonjakan wisata pasca-Lebaran, mengingat Kota Malang menjadi kota tujuan sekaligus jalur lintasan menuju Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Blitar.

Rekomendasi Berita