Travel Point Indonesia Kembangkan Wisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal

  • 04 Okt 2026 20:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Travel Point Indonesia mendorong penerapan prinsip ekonomi berbasis komunitas dalam operasional bisnis pariwisata dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam berbagai program perjalanan wisata. Jumriani, SKM - CEO dan Founder Travel Point Indonesia Bidang Usaha dan Kemitraan ASTINDO dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar edisi Sabtu, 3 Oktober 2026, mengatakan pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan pengalaman wisata sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Salah satu penerapannya dilakukan melalui pemanfaatan transportasi lokal seperti becak motor (bentor) dan bajaj dalam program city tour di Kota Makassar. Wisatawan dijemput dari hotel menggunakan transportasi lokal, kemudian diajak berkeliling kota dan menikmati berbagai kuliner sebelum mengakhiri perjalanan di tempat makan. “Selain transportasi lokal, Travel Point Indonesia juga melibatkan masyarakat dengan memanfaatkan rumah warga sebagai lokasi makan bagi wisatawan. Program tersebut diterapkan dalam kegiatan bike trip dan walking trip”, ucap Ria.

Ria menjelaskan, makanan yang disajikan kepada wisatawan merupakan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat sehari-hari. Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk merasakan kehidupan dan kuliner lokal secara lebih dekat.

“Yang dihidangkan itu betul-betul apa yang mereka makan setiap hari. Jadi tidak ada makanan yang mewah atau khusus. Apa yang penduduk lokal makan setiap hari, itu juga yang akan dimakan tamu,” ujarnya.

Konsep tersebut juga diterapkan dalam walking trip di Malino. Wisatawan mancanegara diajak menikmati makanan tradisional yang disiapkan oleh masyarakat setempat. Menurut Ria, para wisatawan justru memberikan respons positif terhadap pengalaman kuliner tersebut.

“Travel Point Indonesia saat ini melayani perjalanan wisata di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus utama di Sulawesi. Selain itu, perjalanan wisata juga mencakup sejumlah wilayah seperti Kalimantan dan Maluku sesuai dengan permintaan wisatawan”, jelas Ria.

Dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, Travel Point Indonesia juga berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama perjalanan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan air minum dalam galon isi ulang di dalam kendaraan wisata.

Wisatawan juga diarahkan untuk membawa botol minum atau tumbler sendiri sehingga dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Informasi tersebut disampaikan kepada wisatawan sebelum perjalanan dimulai agar mereka dapat mempersiapkan tumbler dari negara asal masing-masing.

“Kami memang fokus pada travel sustainable dan ecotourism, menjaga lingkungan sekaligus menguatkan ekonomi lokal”, kata Ria.

Selain mengurangi sampah plastik, Travel Point Indonesia turut mengintegrasikan pelaku UMKM lokal ke dalam ekosistem bisnis perjalanan wisata. Salah satunya dengan mengambil produk UMKM untuk dikemas sebagai welcome gift bagi wisatawan. “Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Travel Point Indonesia dalam mendukung ekonomi lokal sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata”, pungkas Ria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....