Disbudpar Sulsel: Kearifan Lokal Kunci Daya Saing Pariwisata Daerah

  • 10 Jul 2026 21:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Kearifan lokal menjadi modal strategis dalam memperkuat daya saing pariwisata Sulawesi Selatan di tengah perkembangan industri wisata yang semakin kompetitif. Melalui kekayaan budaya, tradisi, seni, hingga kuliner khas daerah, Sulawesi Selatan memiliki keunggulan yang mampu menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Zulkarnaen, saat menjadi narasumber secara daring dalam program Kita Indonesia PRO1 RRI Makassar edisi Kamis (9/7/2026), yang dipandu Arfan Yusri. Andi Zulkarnaen mengatakan, tren pariwisata saat ini telah bergeser dari sekadar menikmati panorama alam menuju wisata berbasis pengalaman (experience tourism).

Dalam konsep tersebut, wisatawan tidak hanya mencari keindahan destinasi, tetapi juga ingin mengenal kehidupan masyarakat, adat istiadat, seni budaya, hingga kearifan lokal yang menjadi identitas suatu daerah. Karena itu, pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

"Kearifan lokal merupakan identitas yang membedakan Sulawesi Selatan dengan daerah lain. Ketika budaya, tradisi, seni pertunjukan, hingga kuliner lokal dikemas secara menarik tanpa menghilangkan nilai aslinya, maka itulah yang akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan," ujar Andi Zulkarnaen.

Ia menjelaskan, Sulawesi Selatan memiliki beragam potensi budaya yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari budaya Bugis, Makassar, Toraja, hingga tradisi masyarakat pesisir dan kepulauan. Potensi tersebut terus didorong melalui penyelenggaraan festival budaya, pengembangan desa wisata, promosi destinasi unggulan, serta penguatan sektor ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu menggerakkan sektor UMKM, industri kerajinan, kuliner tradisional, jasa pemandu wisata, transportasi lokal, hingga pengelola homestay sehingga tercipta pemerataan manfaat ekonomi di daerah.

Andi Zulkarnaen mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan pariwisata Sulawesi Selatan. Di antaranya adalah belum meratanya kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, keterbatasan infrastruktur dan amenitas di beberapa destinasi, rendahnya promosi terhadap potensi wisata yang belum populer, serta perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan warisan budaya.

"Tantangan itu harus dijawab dengan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, komunitas, media, akademisi, dan masyarakat agar pengembangan pariwisata berjalan lebih optimal," jelasnya. "Kami terus memperkuat promosi digital, meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata melalui pelatihan, mendorong pengembangan desa wisata, memperluas penyelenggaraan event budaya, serta membangun sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan kepada wisatawan."

Di akhir dialog, ia mengajak seluruh masyarakat menjadi duta pariwisata dengan menjaga kebersihan destinasi, melestarikan budaya daerah, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap pengunjung. Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh keramahan masyarakat dan kemampuan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

"Jika kearifan lokal terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, Sulawesi Selatan akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," tutup Andi Zulkarnaen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....