Edukasi Jadi Tantangan Pengelolaan Sampah di Makassar

  • 07 Okt 2026 11:55 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Edukasi masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Kota Makassar. Pemahaman mengenai pemilahan dan pengolahan sampah dinilai masih perlu diperkuat agar menjadi kebiasaan sehari-hari.

Owner Tumpuk Sampah, Ashhabal Yamin, mengatakan masyarakat pada dasarnya dapat diarahkan untuk mulai memilah sampah. Namun, kebiasaan tersebut membutuhkan edukasi yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak.

“Tantangan terbesarnya itu pastinya edukasi masyarakat. Sampah ini harus diolah, sampah-sampah ini harus dipilah,” ujar Yamin dalam program Green Radio Pro 1 RRI Makassar.

Menurutnya, aturan mengenai pengelolaan sampah perlu diikuti dengan sosialisasi yang mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, warga tidak hanya mengetahui kewajiban memilah sampah, tetapi juga memahami cara menerapkannya dari rumah, Rabu (7/10/2026).

Yamin mengatakan Tumpuk Sampah turut terlibat dalam kegiatan edukasi ketika mendapat undangan dari instansi maupun kelompok masyarakat. Edukasi juga dilakukan secara mandiri kepada warga yang membutuhkan informasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah.

Ashhabal Yamin owner Tumpuk Sampah dalam Program Green Radio Pro 1 RRI Makassar.

Selain edukasi, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha yang bergerak di bidang lingkungan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan pengelolaan sampah di masyarakat.

“Pemerintah Kota Makassar saya rasa tidak kurang komunitas atau bisnis yang bergerak di bidang lingkungan. Cuma harus dirangkul dan diarahkan bagaimana bisnis-bisnis ini atau komunitas-komunitas ini menjadi mitra pendukung,” ungkapnya.

Ia menilai pelaku usaha pengelolaan sampah dapat menjadi mitra pemerintah dalam membantu menangani persoalan lingkungan. Tumpuk Sampah, misalnya, telah mengolah sekitar empat ton sampah organik setiap bulan dengan sumber daya manusia yang terbatas.

Menurut Yamin, dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting agar upaya pengelolaan sampah dapat terus berkembang. Masyarakat dapat berperan dengan menggunakan layanan pengelolaan sampah, mengikuti kegiatan edukasi, serta menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun kesadaran bersama sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di Kota Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....