Pengelolaan Sampah Makassar Perlu Dibarengi Edukasi Masyarakat

  • 01 Okt 2026 08:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Penguatan anggaran pengelolaan sampah di Kota Makassar dinilai perlu dibarengi edukasi kepada masyarakat. Edukasi penting agar pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas kebersihan.

Pengamat Kebijakan Publik Sulawesi Selatan, Khafrawi Saenong dalam perbincangan bersama RRI , mengatakan persoalan sampah harus ditangani mulai dari tingkat rumah tangga hingga tempat pengelolaan akhir. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Ia menilai tambahan anggaran pengelolaan sampah hingga tiga persen dari APBD tidak cukup jika hanya digunakan untuk kebutuhan operasional. Penggunaan anggaran juga perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi pengelolaan sampah di lapangan.

“Bukan hanya soal persoalan membantu di tingkat sampai rumah tangga kita. Tapi tentu sampai di tingkat akhir sampah yang ada khususnya di Kota Makassar,” kata Khafrawidalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi Pro 1 RRI Makassar, Rabu (30/9/2026).

Host : Arty Alfiart (Sunarti Tasik Malillin) bersama Narasumber Pengamat Kebijakan Publik Sulawesi Selatan, Khafrawi Saenong dalam perbincangan bersama RRI

Menurut Khafrawi, edukasi dapat mendorong masyarakat memahami pentingnya memilah sampah sebelum dibuang. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi juga dapat disalurkan melalui bank sampah sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Ia mengatakan keberadaan bank sampah di tingkat masyarakat perlu diperkuat. Bank sampah dinilai dapat menjadi sarana edukasi sekaligus tempat masyarakat mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Khafrawijuga meminta pemerintah membangun sinergi antara bank sampah yang dikelola masyarakat dan bank sampah yang dikelola secara terpusat. Menurutnya, hubungan tersebut penting agar hasil pemilahan sampah masyarakat dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. “Bank-bank sampah yang ada paling dekat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Ia menilai keberadaan bank sampah dapat membantu pemerintah dalam menangani persoalan sampah dari tingkat paling bawah.

Karena itu, peningkatan anggaran pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menghasilkan tambahan armada atau sarana kebersihan. Anggaran tersebut juga dapat mendukung edukasi, partisipasi masyarakat, serta penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....