Kiriman Asap Karhutla Pengaruhi Kualitas Udara Makassar
- 05 Okt 2026 18:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kualitas udara di kota Makassar dalam beberapa hari terakhir kurang baik, yang disebabkan terindikasi dipengaruhi kiriman asap. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel menyebut asap diduga berasal dari daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi tersebut juga terlihat dari pemantauan citra dan arah angin, sehingga terdampak juga sampai disini. Kepala Dinas LHK Sulsel Kasman mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi memengaruhi kualitas udara. Asap dapat terbawa angin menuju wilayah lain, termasuk Sulawesi Selatan.
Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi tersebut. “Memang ada kiriman asap dari daerah,” ujarnya, Senin 5 Oktober 2026 di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Menurutnya, arah angin menjadi salah satu faktor yang membawa asap ke wilayah Sulsel. Berdasarkan pantauan citra, terdapat indikasi pergerakan angin dari Kalimantan menuju Sulawesi.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan udara terlihat lebih berkabut. “Ada arah angin yang mungkin dari Kalimantan ke Sulawesi,” ujarnya.
Kasman mengatakan kondisi udara perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara akibat pengaruh asap tersebut.
Masyarakat juga diminta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi udara menurun. Pemerintah akan terus mengikuti perkembangan berdasarkan hasil pemantauan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara. Imbauan terutama diberikan kepada pekerja yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan.
Pengemudi ojek daring dan pekerja konstruksi menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan. “Kita harus menyesuaikan ketika ada pekerjaan,” katanya.
Andi Sudirman mengatakan masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan. Hal tersebut penting untuk mengurangi paparan polusi, terutama bagi masyarakat yang bekerja di ruang terbuka.
Pemerintah juga meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama beraktivitas. “Terutama driver ojol dan pekerja bangunan,” ujarnya.
Pemprov Sulsel bersama Dinas LHK terus memantau kondisi kualitas udara. Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan informasi dan menyesuaikan aktivitas luar ruang bila diperlukan.
Kewaspadaan dinilai penting selama masih terdapat potensi kiriman asap dari wilayah lain. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak polusi terhadap masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....