Ini Empat Dampak Serius jika Karhutla Sulsel Terus Berulang

  • 14 Sep 2026 19:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap musim kemarau menimbulkan dampak serius bagi Sulawesi Selatan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel mengungkap empat dampak utama yang mengancam wilayah ini.

Fungsional Ahli Madya DLHK Sulawesi Selatan Agung Ajmain S.Hut., M.Si., IPM,, menyebut dampak karhutla mencakup ekologi, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Keempatnya saling berkaitan dan berpotensi menimbulkan kerugian jangka panjang bagi masyarakat.

"Secara umum dampak kebakaran hutan dan lahan itu ada empat, dampak ekologi atau lingkungan, dampak bagi kesehatan manusia, dampak ekonomi, dan juga dampak sosial," kata Agung Ajmain dalam Green Radio RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 13 September 2026.

Dari sisi ekologi, karhutla merusak vegetasi dan tutupan lahan hingga mematikan habitat flora dan fauna. Hutan yang terbakar juga kehilangan fungsinya sebagai sumber plasma nutfah.

Kebakaran turut meningkatkan emisi karbon akibat pelepasan asap saat pembakaran berlangsung. Kondisi ini dinilai ikut memicu pemanasan global dalam jangka panjang.

Dari sisi kesehatan, kepulan asap tebal dan debu berisiko mencemari udara di sekitar lokasi kebakaran. Paparan ini dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA bagi warga sekitar.

"Dengan adanya kepulan asap yang tebal dan debu, itu akan berisiko mengakibatkan pencemaran udara dan memicu ISPA," ujar Agung.

Kerugian lahan pertanian yang ikut terbakar juga menimbulkan dampak ekonomi bagi petani terdampak. Secara sosial, karhutla kerap mengganggu mobilitas warga hingga berpotensi memutus suplai listrik.

Agung mencontohkan laporan kebakaran hutan yang baru terjadi di Parepare hingga mengganggu arus lalu lintas. Kejadian serupa berpotensi berulang jika langkah pencegahan tidak dilakukan sejak dini.

"Upaya pencegahan sedini mungkin jauh lebih baik daripada harus melakukan pemadaman. Kalau sudah terbakar, memulihkan hutan butuh waktu dan biaya besar," kata Agung, mengajak warga menjaga lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....