Salam Kebajikan dalam Konghucu Jadi Pengingat Menjalankan Kebajikan
- 04 Okt 2026 17:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Salam kebajikan dalam agama Konghucu tidak sekadar menjadi ucapan saat bertemu atau berpisah. Salam tersebut mengandung doa, penghormatan, sekaligus pengingat untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Js. dr. Erwiani, Sp.KJ., mengatakan salam kebajikan memiliki makna yang mendalam. Karena itu, salam tidak seharusnya hanya diucapkan sebagai formalitas, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perbuatan.

“Jadi mengucapkan bukan hanya sekadar formalitas, tetapi bagaimana kalimat-kalimat ini sungguh hadir, tumbuh dari nurani kita. Kemudian diucapkan dalam bentuk kata-kata dan diwujudkan dalam bentuk sikap atau perbuatan kita sehari-hari,” ujar Erwiani dalam program Mimbar Agama Konghucu Pro 1 RRI Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Ia menjelaskan, salam kebajikan memiliki sejarah panjang dalam ajaran Konghucu. Ungkapan tersebut antara lain berkaitan dengan nasihat Nabi I kepada Kaisar Tai agar mengedepankan kebajikan dalam menghadapi persoalan pemerintahan dan masyarakat.
Menurut Erwiani, kisah tersebut menunjukkan bahwa kebajikan dapat menjadi jalan dalam menyelesaikan persoalan tanpa mengedepankan kekerasan. Sikap rendah hati dan cinta kasih dinilai mampu membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.
“Tiada jarak jauh yang tidak terjangkau dengan kebajikan. Sungguh kerendahan hati mendatangkan rahmat, sebaliknya tinggi hati akan mendatangkan bencana,” jelasnya.
| Baca juga: HUT Polwan, Polda Sulsel Peduli Warga Pulau |
Ia menambahkan, salam kebajikan juga berkaitan dengan sikap hormat yang ditunjukkan melalui posisi tangan. Dalam tradisi Konghucu, posisi tangan memiliki tingkatan tertentu sesuai dengan orang yang dihormati, baik yang lebih muda, sebaya, maupun lebih tua.
Sikap tersebut, kata Erwiani, bukan sekadar gerakan tubuh. Di dalamnya terdapat nilai filosofis yang mengingatkan manusia untuk menjalankan kebajikan sekaligus menghormati sesama.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah nilai kebajikan yang perlu diterapkan dalam kehidupan. Di antaranya sikap bakti, rendah hati, kesetiaan, dapat dipercaya, menjunjung kesusilaan, kebenaran, kesucian hati, serta memiliki rasa malu terhadap perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai kebajikan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga dalam memperlakukan alam semesta. Manusia perlu menjaga lingkungan dan tidak bertindak semena-mena terhadap alam.
“Jadi semuanya ada aturannya karena kita perlu untuk menunjukkan laku bakti kita bukan hanya pada manusia, tetapi juga untuk alam semesta,” ungkapnya.
Erwiani berharap salam kebajikan dapat menjadi pengingat bagi umat Konghucu untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran. Kebajikan diharapkan tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Semoga materi ini bisa menjadi pengingat dan penyegar bagi kita dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Mari kita melakukannya dengan penuh kesadaran dan senantiasa berpegang pada kebajikan, karena hanya pada kebajikan Tuhan berkenan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....