Hukum Karma dalam Ajaran Buddha adalah Sebab Akibat, Bukan Nasib

  • 02 Sep 2026 18:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Hukum karma sering dipahami keliru sebagai label untuk nasib buruk semata. Padahal dalam ajaran Buddha, karma adalah hukum sebab akibat yang berlaku bagi siapa saja, baik ataupun buruk.

Hal ini disampaikan Pandita Muda Ir. Bumi Horas, M.Pd dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 1 September 2026. Ia menegaskan istilah karma kerap dipakai sembarangan dalam percakapan sehari-hari, judul film, hingga nama usaha.

"Karma artinya sebab. Jadi apa yang kita buat yang didahului oleh kehendak di dalam pikiran, itulah karma," ujar Bumi Horas, narasumber Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, kejadian seperti jatuh miskin atau meraih kesuksesan bukanlah karma itu sendiri. Keduanya adalah vipāka, buah dari karma atau sebab yang pernah ditanam sebelumnya.

Bumi Horas menjelaskan hukum karma tidak hanya berlaku dalam satu kehidupan. Buah yang diterima seseorang saat ini merupakan akumulasi dari banyak kelahiran yang lampau.

Ia menambahkan keadilan hukum karma tidak berarti bentuk perbuatan akan berbalas dengan bentuk yang sama persis. Orang yang pernah membunuh dengan cara tertentu belum tentu mengalami kematian dengan cara serupa. "Adil di sini, dia akan mengalami hal buruk juga, dibunuh orang. Jadi rasa penderitaannya itu yang pasti sama," kata Bumi Horas.

Ia menegaskan unsur kehendak menjadi penentu apakah suatu perbuatan menghasilkan karma. Perbuatan yang dilakukan tanpa niat, seperti kecelakaan tak disengaja, tidak dikategorikan sebagai karma buruk bagi pelakunya.

Di akhir dialog, Bumi Horas mengajak pendengar menanam kebaikan lewat pikiran, ucapan, dan perbuatan sejak sekarang. Ia meyakini karma masa lalu tidak bisa diketahui secara pasti, sehingga tindakan hari ini menjadi yang paling menentukan. "Tanamlah yang baik lewat pikiran, ucapan, dan perbuatan. Siapa pun yang menimbun kebajikan akan berbahagia di dunia ini dan di dunia akan datang," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....