Pusdis Unhas Mentoring 351 Calon Relawan Teman Difabel Batch 4
- 04 Okt 2026 12:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Pusdis Unhas) menggelar Mentoring Relawan Teman Difabel (RTD) Batch 4 di Aula LPPM Unhas, Sabtu 3 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 351 calon relawan yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi dari ratusan mahasiswa yang mendaftar. Mentoring RTD Batch 4 mengusung tema “Volunteering in Action: Color Outside the Lines” dengan semangat membangun kerelawanan yang inklusif dan relasi setara antara mahasiswa difabel dan nondifabel.
Sebanyak 421 mahasiswa aktif Unhas dari angkatan 2024 hingga 2026 sebelumnya mendaftarkan diri sebagai calon Relawan Teman Difabel. Dari jumlah tersebut, 351 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahap mentoring.
Ketua Panitia Mentoring RTD Batch 4, Wafiq Sarah Aziza, mengatakan kegiatan mentoring menjadi tahap pembekalan bagi calon relawan sebelum mereka menjalankan peran pendampingan di lingkungan kampus. “Mentoring ini dibuat untuk menjadi bekal persiapan bagi calon relawan sebelum melakukan pendampingan,” ujar Wafiq.
Ia mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme mahasiswa Unhas terhadap gerakan kerelawanan di bidang disabilitas. Menurutnya, mentoring juga diharapkan menjadi ruang untuk membangun kedekatan antarpeserta. “Semoga mentoring ini bisa menjadi bonding untuk menguatkan hubungan pertemanan antarsesama calon Relawan Teman Difabel Batch 4,” katanya.
Kepala Pusdis Unhas, Dr. Ishak Salim, S.IP., M.A., mengatakan dirinya selalu terharu melihat antusiasme mahasiswa dalam setiap proses rekrutmen dan mentoring Relawan Teman Difabel. Ia menyebut minat mahasiswa untuk bergabung sebagai relawan tetap tinggi setiap tahun. Pada tahun sebelumnya, jumlah pendaftar bahkan mencapai 535 orang.
“Setiap open recruitment relawan Pusdis, saya selalu senang karena antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Tahun lalu mungkin puncaknya, 535 yang mendaftar. Tahun ini memang menurun, tetapi jumlah peminat selalu membludak setiap kali open recruitment relawan Pusdis,” ujar Ishak.
Menurut Ishak, kerelawanan di Pusdis Unhas tidak semata-mata menempatkan mahasiswa nondifabel sebagai pihak yang membantu mahasiswa difabel. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang setara melalui interaksi antarmahasiswa. “Mahasiswa difabel dan nondifabel berinteraksi selayaknya teman, bukan sebagai orang yang dibantu dan membantu,” katanya.
Ia menambahkan, relasi antarmahasiswa yang terbangun dalam komunitas relawan memungkinkan siapa pun berkontribusi, termasuk mahasiswa difabel. “Hubungan interrelasional antarrelawan memungkinkan semua bisa menjadi relawan, termasuk mahasiswa difabel,” ujar Ishak.
Di akhir sambutannya, Ishak berharap calon Relawan Teman Difabel Batch 4 dapat berkontribusi melalui gagasan dan pengetahuan yang mereka miliki untuk bersama-sama mendorong terwujudnya Unhas sebagai kampus inklusif. Mentoring RTD Batch 4 diisi dengan sejumlah materi yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai disabilitas dan kerelawanan.
Materi pertama berupa pengenalan Pusdis Unhas yang disampaikan Kepala Pusdis Unhas Dr. Ishak Salim bersama Randi Girandi, mahasiswa difabel dengan cerebral palsy dari Program Studi Ilmu Komunikasi Unhas. Materi tersebut membahas sejarah Pusdis, berbagai kegiatan yang dilakukan, serta prinsip kerelawanan yang dibangun berdasarkan semangat kekeluargaan dan penerimaan terhadap keberagaman identitas.
Materi kedua membahas perspektif disabilitas dan kerelawanan yang disampaikan Muh. Ilham, Staf Pusdis Unhas, bersama Ananda Cahya Hafizhah, Relawan Teman Difabel Batch 1. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai perspektif dalam memahami disabilitas, faktor-faktor yang dapat menghambat partisipasi mahasiswa difabel, serta prinsip-prinsip inklusi. Peserta juga memperoleh pengalaman langsung melalui cerita Ananda selama menjalankan aktivitas sebagai relawan di Pusdis Unhas.
Selanjutnya, materi Mengenal Ragam Disabilitas disampaikan Alya Alfita, mahasiswa difabel Unhas, bersama Andika Rahmad, Relawan Teman Difabel Batch 2. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai ragam disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Materi terakhir membahas Etika Berinteraksi dengan Difabel, yang disampaikan Fitrah Ramadhan, mahasiswa Tuli Unhas sekaligus pendiri Komunitas Menulis Tuli (KMT), bersama Nabila Putri, Relawan Teman Difabel Batch 2.
Sesi tersebut memberikan pembekalan mengenai etika dalam berinteraksi dan melakukan pendampingan terhadap berbagai ragam disabilitas, mulai dari difabel fisik pengguna kursi roda, disabilitas sensorik netra dan pendengaran, hingga disabilitas intelektual dan mental. Peserta juga diajak mempraktikkan teknik pendampingan agar interaksi dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Salah satu prinsip yang diperkenalkan adalah “4T”, yaitu Perkenalkan, Tanyakan, Tawarkan, dan Lakukan.
Kegiatan Mentoring Relawan Teman Difabel Batch 4 kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan calon relawan, mahasiswa difabel, panitia, serta staf Pusdis Unhas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....