Jaga Kualitas Pendidikan Keagamaan, Pembimas Hindu Kemenag Sulsel Pantau Guru PAH

  • 03 Okt 2026 09:08 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pembinaan terhadap guru Pendidikan Agama Hindu (PAH) untuk menjaga kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Salah satunya dilakukan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kemenag Sulsel melalui monitoring dan evaluasi terhadap Guru PAH di SD Inpres Mannuruki 2, Kota Makassar, Jumat 2 Oktober 2026.

Monitoring tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehadiran guru, tetapi juga mencakup pelaksanaan pembelajaran dan kesiapan perangkat pendidikan yang digunakan di sekolah. Pembimas Hindu Kemenag Sulsel menjelaskan bahwa pemantauan secara langsung merupakan bagian dari agenda pembinaan yang dilakukan secara berkala terhadap guru Pendidikan Agama Hindu.

Dalam pertemuan dengan pihak sekolah, Pembimas Hindu menekankan pentingnya validasi kehadiran dan pemantauan proses pembelajaran Guru PAH secara langsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembinaan teknis untuk memastikan guru Hindu tetap memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemantauan secara berkala menjadi semakin penting karena hingga kini belum tersedia formasi fungsional Pengawas Guru Pendidikan Agama Hindu, khususnya di wilayah Kota Makassar. Kondisi tersebut membuat monitoring langsung menjadi salah satu cara untuk menjaga komunikasi pembinaan sekaligus mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah.

Kegiatan monitoring juga mendapat sambutan positif dari Kepala SD Inpres Mannuruki 2, Hasnah. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Guru Pendidikan Agama Hindu di sekolahnya, Nyoman Kartini, yang dinilai mampu menjalankan tugas pembelajaran dengan baik.

“Guru PAH di sekolah kami memiliki kinerja yang sangat baik dan perangkat pembelajarannya tertata lengkap. Ibu Nyoman Kartini termasuk salah satu guru yang memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat bagus,” ungkap Hasnah.

Menurut Hasnah, keberadaan Guru PAH tidak sebatas menjalankan kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajaran agama Hindu juga memiliki peran dalam membantu peserta didik memahami nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Dari sisi pembinaan, monitoring tersebut menjadi kesempatan bagi Kementerian Agama dan pihak sekolah untuk melihat langsung kebutuhan Guru PAH. Komunikasi antara instansi pembina teknis dan satuan pendidikan juga dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan secara berkelanjutan.

Pembinaan Guru Pendidikan Agama Hindu dilakukan untuk memastikan aspek administrasi, kedisiplinan, kehadiran, serta pelaksanaan pembelajaran tetap berjalan sesuai ketentuan. Dalam proses tersebut, pemantauan langsung menjadi bagian penting karena kondisi di sekolah dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai pelaksanaan pendidikan agama Hindu.

Pembimas Hindu Kemenag Sulsel juga terus mendorong agar pembinaan terhadap Guru PAH dilakukan secara rutin. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme guru sekaligus menjaga kualitas layanan Pendidikan Agama Hindu di berbagai satuan pendidikan.

Monitoring yang dilakukan di SD Inpres Mannuruki 2 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan berkala, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan komunikasi antara sekolah dengan Kementerian Agama. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pembelajaran agama Hindu diharapkan semakin optimal sekaligus mendukung pembentukan peserta didik yang berkarakter dan mampu menghargai keberagaman.

Kehadiran Guru PAH di sekolah juga menjadi bagian dari upaya memastikan pendidikan keagamaan dapat berjalan sesuai kebutuhan peserta didik. “Guru PAH di sekolah kami memiliki kinerja yang sangat baik dan perangkat pembelajarannya tertata lengkap,” kata Hasnah, menegaskan apresiasi sekolah terhadap pelaksanaan pembelajaran agama Hindu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....