Makna QS Al-Mursalat, Karakter Malaikat dan Janji Allah
- 01 Okt 2026 07:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pengajaran mengenai tafsir Al-Qur'an kembali digelar dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar untuk memberikan pencerahan spiritual bagi umat muslim. Pembahasan difokuskan pada tujuh ayat pertama Surah Al-Mursalat yang memuat makna mendalam tentang penciptaan dan tugas-tugas malaikat.
Pada sesi pembuka, Ustaz Ilham Muchtar menjelaskan arti kata Al-Mursalat yang merujuk pada malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT. Disampaikan bahwa malaikat memiliki peran vital dalam menyebarkan kebaikan serta rahmat Allah kepada seluruh makhluk di bumi.
Menurut penjelasan Ustaz Ilham, Allah SWT bersumpah atas nama makhluk-Nya untuk menegaskan keagungan tugas para malaikat tersebut. Ustaz Ilham juga memaparkan karakter fisik dan keutamaan malaikat sebagaimana diuraikan dalam ayat kedua hingga kelima.
Malaikat digambarkan mampu bergerak sangat cepat melebihi kecepatan suara maupun cahaya atas izin Allah. Selain itu, malaikat dibekali kemampuan mutlak untuk membedakan hal yang haq (baik) dan batil (buruk) secara jelas tanpa keraguan.
“Allah SWT menyebutkan salah satu karakter dari malaikat-Nya, yaitu bergerak cepat. Sampai kemudian disebutkan kata 'asfa secara harfiah artinya seperti terbang karena kencangnya itu, ya,” jelas Ustaz Ilham. Rabu, 30 September 2026.
Perbedaan mendasar antara manusia dan malaikat juga turut digarisbawahi dalam ceramah tersebut. Jika manusia kerap terjebak dalam area abu-abu saat mengambil keputusan moral, malaikat tidak pernah berbuat dosa dan senantiasa taat menjalankan perintah-Nya. Hal ini sesuai dengan prinsip kemuliaan malaikat yang terbebas dari perbuatan durhaka.
“Para malaikat tidak seperti itu. Mereka sangat tahu mana yang dilarang, mana yang diperintahkan, dan seterusnya. Itulah sehingga dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa tidak ada malaikat yang berdosa” lanjut Ustaz Ilham.
Tugas malaikat dalam menyampaikan wahyu dan peringatan kepada para rasul menjadi poin penting berikutnya. Penyampaian petunjuk hidup melalui wahyu bertujuan agar kelak di hari akhir tidak ada lagi manusia yang beralasan tidak tahu akan tuntunan agama.
Sebagai penutup tafsir tujuh ayat pertama, Ustaz menegaskan pesan kunci dari ayat ketujuh mengenai kepastian janji Allah. Setiap balasan, baik berupa pahala atas kebaikan maupun ganjaran atas keburukan, dipastikan bakal terjadi di akhirat. Kepastian ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk senantiasa menjaga amal perbuatannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....