Mutiara Pagi RRI Makassar Ulas Balasan Surga Bagi Golongan Al-Abrar
- 26 Agt 2026 08:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar kembali menghadirkan kajian mendalam terkait kandungan Kitab Suci Al-Qur'an bersama narasumber akademisi dan mubalig Kota Makassar, Dr. Ilham Muchtar. Pada kesempatan tersebut, membedah makna ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surah Al-Insan yang memberikan gambaran jelas mengenai balasan indah bagi para penganut kebaikan.
Pembahasan diawali ayat ke-5, Ustaz Ilham menerangkan balasan istimewa bagi kelompok orang yang digolongkan sebagai al-abrar. Ditegaskan bahwa kata al-abrar bukan sekadar merujuk pada individu yang pernah berbuat baik sekali atau dua kali, melainkan mereka yang menjadikan kebaikan sebagai karakter dan kebiasaan hidup sehari-hari.
"Kata al-abrar ini dimaknai secara bahasa adalah orang yang selalu berulang-ulang, bahkan menjadi habit atau kebiasaannya untuk melakukan kebaikan. Bukan sekali-kali atau jarang, tetapi selalu dan menjadikan kebaikan itu sebagai karakternya setiap saat," ungkap Ustaz Ilham. Rabu, 26 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Ustaz Ilham menghubungkan kata al-abrar dengan istilah populer dalam Islam, yaitu birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Sebagaimana kewajiban berbakti kepada orang tua yang bersifat terus-menerus tanpa batas waktu, orang yang tergolong al-abrar senantiasa konsisten memelihara amal saleh dalam segenap aspek kehidupannya.
Selanjutnya, dalam pemaparannya mengenai ayat ke-5 dan ke-6, dijelaskan gambaran kenikmatan minuman di surga yang dicampur dengan air kafur. Ustaz Ilham menggarisbawahi bahwa kata kafur di dalam Al-Qur'an tidak sama dengan kapur yang dikenal di dunia, melainkan sejenis minuman dengan cita rasa amat sempurna yang memancar dari sumber mata air surga.
"Kafura bukan kapur seperti yang kita pahami biasa. Memang tidak ada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang tepat untuk menggambarkan kata kafur ini, karena rasanya hanya ada di surga dan belum pernah dirasakan oleh manusia di dunia," tutur Ustaz Ilham merincikan penjelasan tafsir tersebut.
Sebagai penutup, pada ayat ke-7, dijelaskan alasan utama mengapa hamba-hamba pilihan tersebut memperoleh kemuliaan yang begitu besar di akhirat kelak. Di salah satu sifat utama kaum al-abrar adalah keteguhan mereka dalam menepati janji atau nazar serta rasa takut yang mendalam terhadap dahsyatnya hari pembalasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....