Sekda Makassar Minta Inovasi PKP Berdampak dan Bisa Direplikasi
- 30 Sep 2026 07:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melahirkan inovasi yang dapat direplikasi di kecamatan lain. Dorongan tersebut disampaikan Andi Zulkifly saat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar, Selasa, 29 September 2026.
Peserta yang dimentori yakni Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha, Camat Tallo Andi Husni, serta Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Makassar. Andi Zulkifly menilai sejumlah inovasi aksi perubahan yang dikembangkan peserta, khususnya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), harus memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai aksi perubahan dalam lingkup peserta PKP III, tetapi perlu dikembangkan menjadi model percontohan yang dapat diterapkan di kecamatan lainnya. “Saya berharap dari inovasi-inovasi ini lahir sebuah role model untuk beberapa kecamatan, khususnya terkait pengembangan UMKM dan pembayaran retribusi sampah secara digital,” kata Andi Zulkifly.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar juga telah merencanakan penyusunan blueprint inovasi yang nantinya dapat diintegrasikan dengan sistem Lontara. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan PAD sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” ujarnya.
Andi Zulkifly juga meminta peserta memperluas sasaran aksi perubahan agar dampak inovasi dapat diukur secara lebih komprehensif. Untuk Kecamatan Rappocini, misalnya, ia meminta cakupan pengembangan UMKM tidak hanya menyasar dua kelurahan dalam target jangka pendek, tetapi diperluas sedikitnya ke lima kelurahan tambahan.
“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.
Menurut Andi Zulkifly, perluasan sasaran diperlukan untuk melihat efektivitas inovasi sekaligus mengukur dampaknya terhadap pembangunan di tingkat kecamatan.
“Jadi nanti hasilnya akan kita lihat bagaimana dampaknya. Apakah ada peningkatan PAD, bagaimana pelayanan, dan bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Semua itu harus terukur,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan aksi perubahan tidak hanya diukur dari terlaksananya sebuah program, tetapi juga dari manfaat serta perubahan yang dihasilkan setelah inovasi diterapkan.
Karena itu, inovasi yang lahir melalui PKP III diharapkan mampu menjadi model yang dapat dikembangkan dan direplikasi perangkat daerah maupun kecamatan lainnya di Kota Makassar.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat transformasi pelayanan publik melalui digitalisasi, meningkatkan penerimaan daerah, serta mendorong pengembangan UMKM yang lebih luas dan terintegrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....