Musim Hujan Mundur hingga Desember, BPBD Makassar Perkuat Kesiapsiagaan
- 29 Sep 2026 11:56 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai melakukan langkah antisipasi menyusul rilis Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan.
Berdasarkan informasi resmi BMKG tersebut, Kota Makassar diprediksi akan memasuki awal musim hujan pada November Dasarian III hingga Desember Dasarian II. Awal musim hujan ini dinilai mundur lebih dari atau sama dengan 3 dasarian dari normalnya.
Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan laut yang cukup signifikan. Pada awal September 2026, nilai anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur mencapai +2,76, dan indeks ENSO pada periode Juli-Agustus-September 2026 sebesar +2,60 yang berarti ENSO berada pada fase El Niño Sangat Kuat.
Berdasarkan model-model prediksi BMKG dan institusi lain, kondisi ENSO berpotensi terus berada pada fase El Niño hingga awal tahun 2027. Meski demikian, curah hujan selama periode musim hujan 2026/2027 di Makassar tetap diprediksi dengan sifat hujan Normal.
Untuk Kota Makassar sendiri, ringkasan prediksi menyebutkan curah hujan selama periode musim hujan diprakirakan mencapai 2.032 - 2.750 mm. Sementara untuk puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari 2027.
Secara wilayah atau Zona Musim (ZOM), Kota Makassar terbagi dalam dua ZOM. ZOM Sulsel 06 yang menjadi ZOM utama meliputi sebagian besar wilayah seperti Biringkanaya, Tamalanrea, Tallo, Panakkukang, Manggala, Rappocini, Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, Wajo, Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, dan Tamalate. Sedangkan ZOM Sulsel 07 merupakan ZOM khusus yang mencakup Biringkanaya bagian timur.
Menanggapi prediksi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah kesiapsiagaan meskipun awal musim hujan mundur dan sifat hujannya normal. "Mundur nya awal musim hujan bukan berarti kita lengah. Justru dengan curah hujan hingga 2.750 mm dan puncak di Januari 2027, potensi genangan dan pohon tumbang tetap tinggi, jadi kami tetap siaga penuh," ujarnya, Selasa 29 September 2026.
Lebih lanjut, Fadli mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mulai melakukan antisipasi mandiri di lingkungan masing-masing. "Kami minta warga mulai sekarang membersihkan saluran air, drainase, dan lingkungan sekitar rumah. Jangan menunggu hujan deras baru bertindak," kata Fadli.
Ia menambahkan BPBD Kota Makassar akan memperkuat koordinasi dengan BMKG dan seluruh stakeholder terkait untuk meminimalisir risiko bencana. "Kami bersama BMKG akan terus pantau informasi cuaca dan peringatan dini. Tagline kami Makassar Tangguh Bencana, bersama kurangi risiko bencana harus kita wujudkan dengan kesiapsiagaan keluarga dan kelurahan tangguh bencana," tutur Fadli.
Dalam infografis resmi tersebut, BMKG dan BPBD juga memberikan lima imbauan penting untuk masyarakat, yakni memantau informasi cuaca dari BMKG, membersihkan saluran air, mewaspadai potensi banjir, genangan, longsor dan pohon tumbang, menyiapkan rencana kesiapsiagaan keluarga, serta mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG dan BPBD Kota Makassar.
Di sisi lain, pihaknya juga telah menyiagakan personel dan peralatan di wilayah rawan banjir, serta mengaktifkan sistem informasi kebencanaan yang dapat diakses masyarakat melalui media sosial BPBD Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....