Dampak Kemarau Panjang, FST UIN Alauddin Gelar Shalat Istisqa

  • 21 Sep 2026 21:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ratusan civitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar ibadah Shalat Istisqa secara berjamaah di pelataran parkir fakultas pada Senin 21 September 2026. Langkah ibadah bersama tersebut ditempuh sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon kelancaran curahan hujan di tengah fenomena kemarau panjang yang melanda wilayah setempat.

Rangkaian ibadah terbuka ini digagas oleh kolaborasi Lembaga Dakwah Fakultas bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa FST UIN Alauddin Makassar. Seluruh elemen kampus mulai dari jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, fungsionaris organisasi kemahasiswaan, hingga ratusan mahasiswa baru angkatan 2026 tampak khusyuk mengikuti prosesi ritual Shalat Istisqa dengan mengenakan pakaian serba putih.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Ustadz Muhtar, S.T., M.T., bertindak langsung sebagai imam sekaligus khatib yang memimpin jalannya Shalat Istisqa. Usai memimpin shalat dua rakaat, ia memberikan khotbah keagamaan yang mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan cobaan fenomena kekeringan ini sebagai momentum emas untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah secara mendalam.

Khatib menegaskan bahwa cobaan berupa cuaca ekstrem dan krisis pasokan air bersih tidak boleh dipandang sepele hanya sebagai fenomena iklim alamiah biasa. Ia menyampaikan, “Musim kemarau dan ujian kekurangan air bukan sekadar fenomena iklim biasa, melainkan pengingat bagi kita semua untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya pada Senin 21 September 2026 saat memberikan khotbah di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Ustadz Muhtar mengimbau civitas akademika agar senantiasa memperbanyak bacaan istigfar, mempererat tali silaturahmi antar-sesama, serta meningkatkan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar kampus. Langkah merendahkan diri dan mengakui segala kekurangan manusiawi dipandang sebagai kunci utama agar rahmat kebaikan berupa guyuran hujan dapat segera diturunkan.

Setelah penyampaian khotbah selesai, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama secara khidmat yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Abdul Mun’im Thariq, S.T., M.T. Seluruh jamaah menengadahkan tangan dengan penuh kesungguhan memohon agar Tuhan Yang Maha Esa berkenan menurunkan hujan bermanfaat serta memberikan perlindungan dari ancaman dampak kekeringan.

Kegiatan shalat minta hujan ini tidak hanya menjadi simbol permohonan doa, melainkan juga wadah pemersatu bagi seluruh keluarga besar FST UIN Alauddin Makassar. Melalui ritual keagamaan tersebut, lembaga pendidikan tinggi ini berupaya membangun kepedulian sosial dan lingkungan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman bencana iklim yang tengah berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....