WR I UNM Jadi Bendahara Forum Wakil Rektor Akademik PTN Se-Indonesia
- 20 Sep 2026 18:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., mendapat amanah baru di tingkat nasional setelah dipercaya menjadi Bendahara Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia periode 2026-2027. Posisi tersebut menempatkan Andi Aslinda dalam jajaran pengurus inti forum yang menjadi ruang koordinasi pimpinan akademik PTN dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kepengurusan tersebut, Andi Aslinda akan mendampingi Ketua Forum Warek Akademik, Prof. Imam Santoso dari Universitas Brawijaya, serta Prof. Muhammad Ruslin, Ph.D, Sp. BM(K) dari Universitas Hasanuddin sebagai Wakil Ketua. Penetapan struktur baru itu dilakukan dalam pertemuan rutin nasional yang berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 16-17 September 2026. “Amanah ini bukan sekadar posisi struktural, melainkan sebuah tanggung jawab besar,” tegas Prof. Andi Aslinda, Minggu 20 September 2026.
Pertemuan tersebut diikuti para Wakil Rektor Bidang Akademik dari PTN Akademik maupun PTN Vokasi di berbagai wilayah Indonesia. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyelaraskan kebijakan akademik dan merumuskan langkah strategis dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan tinggi. “Melalui wadah forum ini, kita ingin memastikan bahwa kolaborasi akademik dapat terus ditingkatkan,” ujar Andi Aslinda.
Masuknya Andi Aslinda dalam jajaran pengurus inti juga membuka ruang lebih luas bagi UNM untuk terlibat dalam pembahasan dan kerja sama antarkampus negeri. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan tata kelola akademik, tetapi juga berpotensi memperluas interaksi dalam pengembangan program pendidikan dan kemitraan antarperguruan tinggi. “Kita ingin membangun tata kelola dan sinergi yang lebih solid antarkampus negeri di Indonesia,” katanya.
Selama dua hari pertemuan di Universitas Hasanuddin, para peserta membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan arah pendidikan tinggi nasional. Salah satu perhatian utama adalah penguatan implementasi kurikulum berbasis luaran atau Outcome-Based Education (OBE), di tengah kebutuhan perguruan tinggi untuk semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kolaborasi akademik dapat terus ditingkatkan demi mendorong pemerataan mutu dan kualitas pendidikan tinggi secara nasional,” jelas Andi Aslinda.
Selain kurikulum, integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran turut menjadi bagian dari pembahasan forum. Para pimpinan akademik PTN juga melihat pentingnya memastikan perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa di berbagai wilayah. “Melalui forum ini, kita ingin memastikan mutu dan kualitas pendidikan tinggi terus berkembang,” tutur Andi Aslinda.
Agenda lainnya mencakup penyelarasan kebijakan akademik nasional serta harmonisasi regulasi dan tata kelola akademik PTN agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global. Pengembangan inovasi pembelajaran melalui platform digital, transformasi kurikulum interaktif, hingga perluasan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang adaptif juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. “Keikutsertaan UNM dalam jajaran kepengurusan inti ini akan membuka ruang interaksi dan kemitraan yang lebih luas,” ungkap Andi Aslinda.
Menurut Andi Aslinda, keterlibatan UNM dalam kepengurusan forum nasional tersebut dapat menjadi pintu bagi penguatan kerja sama antarkampus. Peluang itu antara lain mencakup pertukaran mahasiswa, riset bersama atau joint research, serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik di lingkungan perguruan tinggi negeri. “Kita ingin memastikan kolaborasi akademik dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Terpilihnya Andi Aslinda mendapat sambutan positif dari civitas akademika UNM karena membawa keterwakilan kampus ke dalam forum pimpinan akademik PTN tingkat nasional. Posisi tersebut juga menjadi ruang bagi UNM untuk memperluas kontribusinya dalam pembahasan kebijakan dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. “Amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk membangun sinergi yang lebih solid,” ujar Andi Aslinda.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2027, Forum Wakil Rektor Bidang Akademik PTN se-Indonesia diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai ruang koordinasi sekaligus mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi. Andi Aslinda bersama jajaran pengurus lainnya akan menghadapi agenda yang berkaitan dengan mutu akademik, inovasi pembelajaran, transformasi digital, dan pemerataan akses pendidikan. “Demi mendorong pemerataan mutu dan kualitas pendidikan tinggi secara nasional,” pungkas Andi Aslinda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....