Merawat Budaya lewat Seni Berbasis Komunitas
- 19 Sep 2026 09:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Seni memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi salah satu bagian dari kebudayaan. Keberadaan seni tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi, tetapi juga dapat memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Hal tersebut dikatakan Faisal Kalawa - Founder Komunitas Sindikat Otak Plastik (SOP) dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal.
Faisal menjelaskan, seni memiliki beragam fungsi, mulai dari kesehatan, hubungan sosial, hingga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dalam berbagai bidang. Menurutnya seni juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jiwa. Hal tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi berbagai tekanan sosial dan tuntutan pekerjaan. Dengan mengapresiasi maupun terlibat dalam kegiatan seni, masyarakat dapat menyegarkan kembali pikiran dan tubuh.
“Dalam menjalankan kegiatan berbasis komunitas, Otak Plastik juga berupaya melibatkan masyarakat secara langsung melalui karya-karya yang bersifat interaktif. Salah satu bentuknya dilakukan melalui kegiatan pameran yang memberikan ruang kepada pengunjung untuk merespons karya seni”, ucap Faisal. Jumat, 18 September 2026.
Faisal menambahkan dalam kegiatan tersebut, karya berupa gambar dipajang di meja maupun dinding. Pengunjung kemudian diberikan peralatan menggambar untuk memberikan respons terhadap karya yang telah ditampilkan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk interaksi antara seniman, karya seni, dan publik.
“Komunitas Otak Plastik sendiri didominasi oleh kalangan anak muda, termasuk mahasiswa. Namun, kegiatan seni yang digelar tetap terbuka bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Pengunjung yang hadir dapat berasal dari kalangan usia 20-an, 30-an hingga 50-an, seni tidak mengenal batas usia sehingga siapa pun dapat mengapresiasi maupun terlibat dalam kegiatan seni”, jelas Faisal.
Lebih lanjut Faisal menambahkan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan, komunitas Otak Plastik juga menjalin kolaborasi dengan mahasiswa, kampus, serta komunitas seni lainnya. Jaringan pertemanan antarseniman di Makassar turut menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan.
“Salah satu kegiatan yang pernah dilaksanakan adalah pameran bertajuk Jalan Tikus. Dalam kegiatan tersebut, Otak Plastik berkolaborasi dengan sejumlah seniman dari Yogyakarta dan Makassar. Beberapa seniman turut mengisi rangkaian pembukaan melalui pertunjukan, musik, dan berbagai bentuk karya seni lainnya”, tutur Faisal.
Sejak aktif berkegiatan pada 2023, komunitas Otak Plastik telah terlibat dalam sejumlah kegiatan seni, termasuk pameran dan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu pameran yang dilaksanakan pada 2024 berlangsung di Riwanua, sebuah ruang komunitas yang berada di kawasan Taman Raya Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin (Perdos Unhas).
“Saat ini, aktivitas komunitas Otak Plastik banyak dilakukan di rumah salah satu pendirinya di Kompleks Graha Alauddin, Makassar. Tempat tersebut dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, sekaligus berkarya karena memiliki ruang yang cukup mendukung aktivitas komunitas”, ungkap Faisal.
Melalui kegiatan seni yang melibatkan masyarakat dan berbagai komunitas, Otak Plastik berupaya menjadikan seni sebagai ruang interaksi, ekspresi, sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut merespons dan berpartisipasi dalam proses berkesenian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....