Kemenag Parepare Permudah Pengurusan Sertifikasi Guru PAI via SIPAKATAU
- 18 Sep 2026 08:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Urusan administrasi yang selama ini membuat guru harus bolak-balik ke kantor Kementerian Agama mulai mendapat solusi digital di Kota Parepare. Kemenag Parepare resmi meluncurkan Aplikasi SIPAKATAU yang dirancang untuk membuat pelayanan administrasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lebih sederhana dan mudah dipantau.
SIPAKATAU merupakan kependekan dari Sistem Pelayanan Administrasi Kementerian Agama Terpadu dan Akuntabel untuk Umat. Aplikasi tersebut diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Guru PAI se-Kota Parepare dengan tema “Melalui Transformasi Digital Menuju Pendidikan Agama Islam yang Unggul dan Berkarakter” di Aula Kantor Kemenag Parepare, Kamis 17 September 2026.
Peluncuran Aplikasi SIPAKATAU menjadi perhatian karena salah satu layanan yang disasar adalah pengurusan administrasi sertifikasi guru PAI. Kepala Kantor Kemenag Kota Parepare, Irfan Daming, menyebut digitalisasi dibutuhkan agar tenaga pendidik tidak lagi terlalu banyak menghabiskan waktu untuk urusan berkas.
“Kasihan Guru Pendidikan Agama Islam yang selalu bolak-balik ke kantor Kementerian Agama mengurus berkas sertifikasi. Oleh karena itu, melalui aplikasi ini kita berharap pelayanan bisa lebih mudah,” ujar Irfan.
Menurut Irfan, SIPAKATAU tidak dibuat hanya sebagai tempat mengunggah dokumen administrasi. Sistem tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari tata kelola pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel, termasuk memungkinkan proses pelayanan hingga rekapitulasi nilai dipantau secara digital.
Dengan Aplikasi SIPAKATAU, alur administrasi diharapkan menjadi lebih terbuka dan mudah ditelusuri. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kemenag Parepare menjaga integritas pelayanan agar proses administrasi tidak membuka ruang bagi pembayaran atau pemberian imbalan yang tidak memiliki dasar.
“Orang-orang yang selalu mau memberi upeti, pembayaran yang tidak jelas, itu akan menjerumuskan orang lain dan menjerumuskan dirinya sendiri,” tegasnya.
Kehadiran Aplikasi SIPAKATAU tetap membutuhkan proses penyesuaian, terutama bagi pengguna yang baru beralih dari pelayanan konvensional ke sistem digital. Namun, kemudahan yang ditawarkan diharapkan dapat mengurangi beban prosedural Guru PAI sehingga waktu dan energi mereka bisa lebih banyak diarahkan untuk menjalankan tugas pendidikan.
Digitalisasi layanan juga tidak berarti peran guru hanya diukur dari kelancaran administrasi. Bagi Kemenag Parepare, teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan nilai utama pendidikan, yakni keteladanan seorang guru dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kalau kita mengajar dengan penuh keikhlasan dan anak-anak mencontoh tutur kata, perbuatan, dan sikap kita, bukankah itu juga menjadi amalan?” tutupnya.
Melalui peluncuran Aplikasi SIPAKATAU, Kemenag Kota Parepare menargetkan pelayanan bagi Guru PAI menjadi lebih praktis, tertib, transparan, dan responsif. Transformasi digital ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat layanan administrasi pendidikan agama Islam tanpa menghilangkan nilai keteladanan yang menjadi bagian penting dari tugas seorang pendidik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....