Humas Kemenag Sulsel Dipercaya Koordinasi Wilayah Timur
- 18 Sep 2026 10:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pranata Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Mawardi dipercaya memegang peran baru di tingkat nasional. Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Humas Data dan Informasi (HDI) Kanwil Kemenag Sulsel itu dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah Timur Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) Kementerian Agama periode 2026–2028.
Mawardi yang akrab disapa Wardi Siraj akan mengoordinasikan jejaring Humas Kemenag di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pengukuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag di Kantor Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis 17 September 2026.
Posisi Korwil Timur tidak dijalankan Mawardi seorang diri karena struktur kepengurusan juga diperkuat sejumlah pranata humas dari berbagai daerah. Dewi Anggraeni dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua dipercaya sebagai wakil ketua, sementara pengurus lainnya berasal dari Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.
Mawardi merupakan JFT Pranata Humas Ahli Muda yang lahir di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada 1978. Alumni UIN Alauddin Makassar tersebut selama ini aktif menjalankan tugas kehumasan Kemenag di Sulawesi Selatan, sebelum mendapat amanah untuk memperluas koordinasi di kawasan Indonesia Timur.
Pengukuhan pengurus cabang Iprahumas Kemenag dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin. Prosesi tersebut sekaligus memperkuat jejaring profesi Humas Kemenag dari tingkat pusat hingga satuan kerja di daerah.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag Thobib Al-Asyhar menyebut jejaring kehumasan Kemenag memiliki kekuatan besar untuk membangun komunikasi publik. Kekuatan tersebut terdiri atas lebih dari 1.200 Pejabat Fungsional Pranata Humas dan sekitar 4.300 pengelola kehumasan yang tersebar di berbagai satuan kerja, termasuk KUA dan madrasah.
Menurut Thobib, jumlah sumber daya tersebut perlu diubah menjadi jaringan komunikasi publik yang aktif, bukan sekadar kekuatan administratif. Humas Kemenag juga didorong memperkuat tiga pilar utama, yakni pembinaan, kerja sama, dan advokasi, terutama dalam mengawal isu keagamaan dan kebangsaan.
Sementara itu, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin meminta para pranata humas memiliki kepekaan terhadap fungsi dan agenda strategis kementerian. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap program prioritas nasional, agenda prioritas Presiden, dan program prioritas Kemenag sebelum diterjemahkan menjadi informasi untuk masyarakat.
Kamaruddin juga mendorong insan Humas Kemenag lebih proaktif mengisi ruang publik dengan informasi positif dan berbagai praktik baik yang dilakukan Kemenag bersama masyarakat. Kinerja yang telah dilakukan, menurutnya, perlu dikomunikasikan secara tepat agar manfaatnya dapat diketahui sekaligus dirasakan oleh publik.
Penguatan jejaring Iprahumas tersebut berjalan searah dengan agenda komunikasi Kemenag dalam mengawal Asta Protas Menteri Agama. Peran Humas Kemenag di daerah diharapkan tidak berhenti sebagai penyampai informasi, tetapi ikut mengemas program dan kinerja kementerian menjadi narasi yang mudah dipahami dan menunjukkan dampaknya bagi masyarakat.
Di kawasan Indonesia Timur, tantangan komunikasi publik juga berkaitan dengan karakter wilayah yang luas dan beragam. Karena itu, posisi Mawardi sebagai Koordinator Wilayah Timur menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antarpranata humas sekaligus memastikan program strategis Kemenag memperoleh publikasi yang memadai.
Mawardi menyebut jabatan barunya sebagai amanah untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarinsan Humas Kemenag di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ia berharap pengukuhan tersebut menjadi awal penguatan jejaring dan soliditas pranata humas di kawasan Indonesia Timur.
“Saya berharap amanah ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring, kolaborasi, dan soliditas pranata humas Kemenag di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kita ingin setiap program Asta Protas Menteri Agama dapat dikomunikasikan secara baik dan hadir sebagai informasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mawardi.
Mawardi juga menegaskan bahwa kerja kehumasan tidak semestinya baru bergerak ketika sebuah kegiatan berlangsung atau ketika sebuah isu muncul ke permukaan. Menurutnya, Humas Kemenag perlu hadir lebih awal dengan membaca kebutuhan publik, membangun narasi positif, dan memastikan berbagai kerja Kemenag diketahui masyarakat.
“Humas tidak boleh hanya bekerja ketika ada kegiatan atau ketika muncul isu. Kita harus hadir lebih awal, membaca kebutuhan publik, membangun narasi yang positif, dan memastikan kerja-kerja Kemenag berdampak dapat diketahui masyarakat,” kata Mawardi.
Dari posisi barunya, Mawardi ingin jejaring Humas Kemenag di Indonesia Timur bergerak lebih inovatif sekaligus memberikan dampak nyata. “Dari Indonesia Timur, kita ingin ikut memperkuat wajah Kemenag yang informatif, responsif, dan berdampak,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....