Antrean BBM Makassar Mulai Normal, Munafri Perkuat Koordinasi

  • 15 Sep 2026 13:41 WIB
  •  Makassar

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Makassar - Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Makassar mulai berangsur mereda. Meski demikian, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pertamina, dan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM kembali berjalan normal.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti Rapat Monitoring dan Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi pada SPBU se-Sulawesi Selatan yang dipimpin Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 14 September 2026.

Rapat tersebut diikuti Forkopimda Sulsel, para bupati dan wali kota se-Sulsel, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel Deni Sukendar, perwakilan SKK Migas, serta para pemilik SPBU di Kota Makassar. Munafri mengatakan, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang perlahan berkurang.

“Apa yang menjadi upaya kita beberapa hari ini sudah mulai memperlihatkan hasil yang baik,” ujar Munafri.

Menurutnya, Pemkot Makassar telah memaksimalkan pelayanan di hampir seluruh SPBU untuk mempercepat proses pengisian BBM kepada masyarakat. Sejumlah kebijakan juga telah diterapkan untuk mengurai kepadatan, di antaranya pembelajaran daring, work from home (WFH), pengaturan jadwal pengisian BBM, hingga mendorong penambahan kuota BBM dari pemerintah pusat.

“Makassar sudah memaksimalkan hampir semua SPBU, menambah jam operasional dan juga menambah tenaga. Terima kasih juga kepada pemilik SPBU,” katanya.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Munafri juga mendorong Pertamina mengevaluasi disparitas harga BBM. Menurutnya, perbedaan harga yang cukup jauh antarkomoditas BBM turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Ia menilai, sebagian masyarakat cenderung beralih menggunakan jenis BBM dengan harga lebih murah sehingga berdampak pada peningkatan permintaan terhadap jenis BBM tertentu.

Karena itu, Munafri berharap disparitas harga BBM dapat menjadi bagian dari evaluasi sehingga pola konsumsi masyarakat di lapangan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyesuaian pasokan. Di sisi lain, Munafri meminta penanganan persoalan antrean BBM dilakukan secara cepat dan terukur. Menurutnya, berbagai regulasi khusus yang diterapkan untuk mengatasi antrean perlu dievaluasi secara berkala seiring membaiknya kondisi di lapangan.

Ia menilai kondisi normal perlu segera dikembalikan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu. Termasuk siswa yang saat ini mengikuti pembelajaran daring di tengah musim ujian serta pengemudi ojek online yang memiliki mobilitas tinggi.

“Ini kita butuh masuk ke dalam kondisi yang normal untuk memastikan bahwa proses ini sudah bisa berjalan normal lagi, dan kita harus menentukan tenggat waktu supaya ini tidak berlangsung terlalu lama,” tegasnya.

Pemerintah Kota Makassar berharap koordinasi lintas sektor dan langkah penyesuaian pasokan dapat mempercepat normalisasi penyaluran BBM, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terkendala antrean panjang di SPBU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....