Forum Anak Sulsel Siapkan Program 'Sapa Suara dan Se're Kada'
- 04 Okt 2026 12:32 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Masih banyaknya anak di Sulawesi Selatan yang belum mengantongi Kartu Identitas Anak (KIA) menjadi perhatian serius Forum Anak Sulawesi Selatan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh keterbatasan akses informasi serta ketidakfahaman masyarakat mengenai tata cara dan alur pengurusannya. Menjawab tantangan tersebut, Klaster 1 Forum Anak Sulsel meluncurkan program Sapa Suara dan Se’re Kada untuk menjangkau hingga ke tingkat daerah.
Dokumen identitas seperti KIA memiliki peran yang sama pentingnya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga usia dewasa. Kartu ini berfungsi sebagai tanda pengenal resmi yang memfasilitasi anak dalam mengakses berbagai sarana publik, mulai dari pendaftaran sekolah hingga fasilitas kesehatan. Tanpa KIA, proses administrasi anak kerap menemui hambatan teknis yang merugikan.
Fasilitator Klaster 1 Forum Anak Sulsel, Muhammad Taufik, menuturkan bahwa KIA adalah instrumen wajib pengganti KTP bagi penduduk yang berusia di bawah 17 tahun. Banyak orang tua yang masih keliru dengan menganggap identitas anak cukup menumpang pada KTP orang tua. Padahal, regulasi secara tegas mewajibkan setiap anak memiliki kartu identitas atas namanya sendiri.
“Sama juga sebagai anak itu perlu ada kartu identitas pengganti KTP yang di mana kita tidak dapat mendapatkan KTP karena belum berusia 17 tahun. Nah, pengganti KTP itu adalah KIA. Jadi setiap anak itu harus punya, karena sudah diatur dalam undang-undang bahwasanya tuh dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak itu setiap anak harus memiliki hak untuk bersuara dan juga berhak untuk beridentitas. Salah satunya ialah mempunyai identitas anak,” jelas Taufik dalam Program IDOLA Programa 1 RRI Makassar pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Anggota Klaster 1 Forum Anak Sulsel, Azzahra Zamzam Almira Jusman, menerangkan secara terperinci mengenai mekanisme kerja dua program unggulan yang sedang mereka jalankan. Program-program tersebut dirancang secara sistematis agar dapat menyentuh langsung anak-anak di daerah yang paling membutuhkan pendampingan.
“Klaster 1 Forum Anak Sulsel merancang dua program kerja utama, yakni Sapa Suara dan Se’re Kada. Program Sapa Suara berfokus pada penggalangan edukasi dan koordinasi internal terkait pentingnya identitas sipil. Sementara itu, program Se’re Kada dirancang sebagai aksi nyata turun ke lapangan untuk membantu pemetaan serta proses pendataan anak-anak yang belum memiliki dokumen identitas,” jelas Zahra.
Guna mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut, Forum Anak Sulsel merencanakan kolaborasi erat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sulawesi Selatan. Kerja sama ini mencakup pendataan terpadu per kabupaten/kota serta pembekalan alur pengurusan KIA kepada para pengurus Forum Anak. Dengan demikian, para anggota Forum Anak dapat bertindak sebagai pendamping lapangan yang efektif bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....