BPBD Makassar Perluas Distribusi Air Bersih hingga 157 Titik

  • 10 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperluas operasi penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB) kekeringan dengan meningkatkan cakupan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M. Fadli Tahar, mengatakan distribusi air bersih yang sebelumnya berada pada kisaran 50 hingga 70 titik per hari, kini meningkat signifikan menjadi 157 titik dalam satu hari.

"Apa yang kami lakukan sesuai arahan Bapak Wali Kota, Pak Munafri. Hari ini distribusi air bersih sudah mencapai 157 titik. Ini merupakan bentuk nyata bahwa Pemerintah Kota terus meningkatkan kapasitas respons sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Fadli, Rabu 9 September 2026.

Peningkatan tersebut merupakan bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Makassar dalam memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. "Kita tidak boleh berhenti bergerak selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih," katanya.

Fadli menjelaskan, operasi distribusi air bersih menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan, dari sekitar 50 titik, kemudian 70 titik, hingga kini mencapai 157 titik per hari. Distribusi tersebut telah menjangkau 3.802 kepala keluarga (KK) atau sekitar 12.939 jiwa. Menurutnya, jumlah titik distribusi bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. "Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, memetakan kebutuhan air bersih, serta mengarahkan armada distribusi ke wilayah yang membutuhkan," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut dilakukan agar operasi tanggap darurat kekeringan dapat berjalan secara adaptif sesuai kondisi aktual di lapangan. Distribusi air bersih dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta para relawan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat. Fadli menegaskan, dalam situasi tanggap darurat kebutuhan masyarakat dapat berubah dari hari ke hari. Karena itu, kapasitas operasi distribusi akan terus ditingkatkan mengikuti perkembangan di lapangan.

"Ketika jumlah titik kebutuhan meningkat, kapasitas operasi juga akan ditingkatkan. Jadi, 157 titik hari ini bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan semakin luasnya jangkauan pelayanan pemerintah dalam menghadapi dampak kekeringan," ujarnya.

Pemerintah Kota Makassar memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama status tanggap darurat masih berlangsung dan masyarakat masih membutuhkan intervensi pemerintah. Untuk mempercepat penyampaian informasi, masyarakat terdampak dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Lontara+, layanan darurat 112, nomor 08155112112, maupun melalui formulir distribusi air bersih yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....