PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik Bergilir di Sulsel
- 01 Sep 2026 14:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, mengalami pemadaman listrik bergilir dalam beberapa waktu terakhir. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, memastikan pemadaman yang terjadi bukan disebabkan fenomena El Nino maupun musim kemarau ekstrem. “Pengaturan beban yang dilakukan sejak pukul 09.00 merupakan dampak dari kegiatan pemeliharaan sejumlah fasilitas ketenagalistrikan di beberapa wilayah Sulawesi Selatan,” jelas Niki, dalam keterangannya, Selasa 1 September 2026.
Menurut Niki, pemeliharaan menjadi bagian penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dalam jangka panjang. “Pengaturan beban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan sistem selama proses pemeliharaan berlangsung,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan penyesuaian pasokan listrik di sejumlah wilayah secara bergiliran. “Kami memahami pemadaman tentu berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi langkah ini diperlukan agar sistem kelistrikan tetap berada dalam kondisi aman dan stabil,” kata Niki.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta memahami proses pemeliharaan yang sedang dilakukan PLN. “Kami mengimbau masyarakat untuk dapat memahami kondisi sistem selama proses pemeliharaan dan pengaturan beban berlangsung,” tuturnya.
Warga Kelurahan Sudiang Raya, Naim Ahmad, mengatakan pemadaman bergilir membuat dirinya lebih memperhatikan penggunaan listrik sehari-hari. “Dengan adanya pemadaman bergilir ini, saya menjadi lebih bijak dalam hal penggunaan listrik,” ungkap Naim.
Meski demikian, Naim berharap PLN dapat melakukan antisipasi agar pemadaman tidak kembali mengganggu aktivitas warga, terutama ketika suhu udara semakin panas. “Dengan kondisi cuaca yang semakin panas, PLN bisa mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.
Dari sisi kemampuan sistem, daya terpasang pada sistem kelistrikan Sulawesi Selatan saat ini berada di kisaran 2.000 megawatt, sedangkan daya mampu tercatat sekitar 1.996 megawatt. “Angka tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap hari tergantung kondisi pembangkit dan sistem kelistrikan,” jelas Niki.
Selisih antara daya terpasang dan daya mampu tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai kondisi sistem kelistrikan yang harus dikelola secara cermat. “Karena kondisi pembangkit dan sistem dapat berubah, pengaturan beban perlu dilakukan sesuai kondisi yang terjadi di lapangan,” kata Niki.
PLN UID Sulselrabar menyatakan pemeliharaan infrastruktur dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik, bukan sekadar menangani gangguan ketika terjadi. “Pemeliharaan merupakan bagian dari langkah menjaga kualitas dan keandalan pelayanan listrik kepada masyarakat,” ungkap Niki.
Bagi masyarakat, pemadaman bergilir menjadi pengingat pentingnya menggunakan listrik secara lebih efisien, terutama saat kondisi sistem sedang dalam tahap pemeliharaan. “Kami berharap masyarakat dapat menggunakan listrik secara bijak dan memahami bahwa pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem,” ujar Niki.
PLN juga terus memantau perkembangan kondisi kelistrikan di Sulawesi Selatan selama proses pemeliharaan berlangsung. “Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sistem agar pelayanan kelistrikan dapat kembali berjalan secara optimal,” pungkas Niki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....