OMI 2026 Makin Dekat, Kemenag Makassar Perkuat Pengawasan

  • 31 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Menjelang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026, Kementerian Agama Kota Makassar mulai memperketat pembinaan terhadap peserta yang akan mengikuti kompetisi tersebut. Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad meminta seluruh Pengawas Madrasah tidak sekadar memantau, tetapi ikut memastikan kesiapan peserta di madrasah binaan masing-masing.

Arahan itu disampaikan H. Muhammad saat memimpin rapat bersama Pengawas Madrasah lingkup Kemenag Kota Makassar di Ruang Pengawas, Senin 31 Agustus 2026. “Saya minta Ketua dan seluruh pengawas memastikan pembinaan pada wilayah masing-masing berjalan dengan baik,” ujar H. Muhammad.

Rapat tersebut turut didampingi Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Andi Ahmad Ali Inani dan Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kemenag Kota Makassar, Saharuddin. Seluruh Pengawas Madrasah juga hadir untuk membahas kesiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia yang waktu pelaksanaannya semakin dekat.

H. Muhammad meminta kesiapan peserta OMI diperhatikan pada setiap jenjang pendidikan madrasah. Menurutnya, waktu yang tersisa perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan peserta sekaligus memberikan pendampingan yang lebih terarah.

“Peserta yang telah mendaftar harus dipantau dan diberikan penguatan menjelang pelaksanaan OMI,” katanya. Ia menilai pembinaan pada tahap akhir menjadi penting agar peserta tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga lebih percaya diri saat berkompetisi.

Selain pembinaan, sistem pemantauan peserta juga diminta dibuat lebih terukur. H. Muhammad menegaskan pembagian tugas di antara pengawas harus jelas agar setiap perkembangan peserta dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

“Dalam manajemen harus jelas siapa melakukan apa. A melakukan apa, B melakukan apa, dan C melakukan apa,” tegasnya. Menurut dia, pembagian tanggung jawab yang jelas akan membuat proses pemantauan Olimpiade Madrasah Indonesia berjalan lebih efektif.

Ketua Pokjawas juga diminta segera mengoordinasikan data peserta dari seluruh madrasah di Kota Makassar. “Tinggal beberapa hari menuju pelaksanaan, saya minta laporan terkait jumlah peserta yang telah mendaftar di setiap tingkatan,” kata H. Muhammad.

Ia menyebut setelah proses pendaftaran berjalan, perhatian pengawas harus diarahkan pada tahap penguatan peserta. “Kalau semuanya sudah berjalan, tinggal dilakukan penguatan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, H. Muhammad juga mengingatkan para Pengawas Madrasah agar tidak mengabaikan aspek administrasi dalam menjalankan tugas. Setiap kegiatan pengawasan harus memiliki bukti dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kehadiran, kegiatan, dan apa yang telah dilaksanakan harus memiliki bukti yang jelas,” ungkapnya. Ia menambahkan, administrasi bukan sekadar kewajiban, tetapi dapat membantu proses evaluasi dan pemeriksaan ketika dibutuhkan.

Pesan khusus juga disampaikan kepada para peserta dari madrasah swasta yang akan berlaga di Olimpiade Madrasah Indonesia 2026. H. Muhammad meminta mereka tidak merasa minder hanya karena berasal dari madrasah swasta.

“Jangan pesimis sebelum bertanding. Bisa saja peserta dari madrasah swasta memiliki kemampuan luar biasa dan tampil sebagai juara,” pesannya. Ia menilai kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi seluruh murid selama mendapatkan pembinaan, memiliki kesiapan, dan berani bersaing.

H. Muhammad berharap para pengawas dapat menjadi penggerak bagi madrasah binaan dalam mempersiapkan peserta OMI. “Yang penting adalah pembinaan, kesiapan, dan keberanian untuk bersaing,” katanya.

Melalui koordinasi yang lebih intensif, Kemenag Kota Makassar ingin Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan bagi murid madrasah. Kompetisi tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

“Apa yang menjadi penugasan kepada Bapak dan Ibu semua, saya harapkan dapat dilaksanakan dengan baik. Mari bersama-sama kita kawal dan sukseskan program ini,” pungkas H. Muhammad.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....