Debit Air Menurun, Pemadaman Bergilir Terjadi di Sulsel
- 31 Agt 2026 14:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam dua hari terakhir. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengaku telah menerima laporan terkait kondisi pasokan listrik.
Salah satu faktor yang memengaruhi pasokan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru di Kabupaten Pinrang. Kondisi serupa juga terjadi pada Bendungan Bili-Bili yang mengalami penurunan permukaan air.
Jufri Rahman mengatakan debit air di sejumlah sumber pembangkit listrik tenaga air mulai berkurang. Kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan pembangkit dalam memasok kebutuhan listrik masyarakat. Selain faktor debit air, penggunaan pembangkit berbahan bakar diesel juga menghadapi persoalan biaya operasional. “PLTA Bakaru, tinggi permukaan air sudah turun, Bili-Bili juga seperti itu,” ujar Jufri saat ditemui di Hotel Aryaduta, Makassar, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Jufri, keterbatasan pasokan membuat PLN harus melakukan sejumlah langkah untuk menjaga sistem kelistrikan. Salah satu langkah yang lazim dilakukan adalah pemadaman secara bergilir. Kondisi tersebut juga dipengaruhi harga bahan bakar minyak yang meningkat. “Daripada rugi, tentu teknik yang paling lazim selama ini pemadaman bergilir,” katanya.
Jufri menyebut penggunaan generator menjadi salah satu alternatif ketika pasokan listrik mengalami gangguan. Namun, pengoperasian generator membutuhkan bahan bakar solar yang juga memiliki persoalan ketersediaan dan harga. Kondisi tersebut membuat penanganan pasokan listrik tidak dapat dilakukan hanya dengan satu solusi. Pemerintah bersama pihak terkait perlu mencari alternatif untuk menjaga kebutuhan listrik masyarakat.
Pemadaman bergilir berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada listrik setiap hari. Warga berharap PLN memberikan informasi yang jelas mengenai jadwal pemadaman. Informasi tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menyiapkan kebutuhan listrik untuk aktivitas rumah tangga maupun pekerjaan. Warga juga berharap durasi pemadaman dapat ditekan seminimal mungkin.
Warga Makassar Nabilah meminta PLN dan pemerintah segera menyiapkan solusi agar pemadaman tidak berlangsung lama. Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki generator sebagai sumber listrik alternatif. Selain itu, penggunaan genset juga membutuhkan solar yang harganya menjadi pertimbangan masyarakat. “Saya harap PLN dan pemerintah ada solusi supaya pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama,” ujar Nabilah.
Nabilah memahami kondisi penurunan debit air pada PLTA Bakaru dapat memengaruhi pasokan listrik. Namun, masyarakat tetap membutuhkan listrik untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, PLN diharapkan menyiapkan langkah alternatif sekaligus menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara terbuka. “Jangan sampai masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal pemadaman,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....