Kemenag Sulsel Pastikan Data TPG Non ASN Akurat sebelum Dibayarkan
- 30 Agt 2026 08:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan melalui Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) melakukan monitoring dan verifikasi data penerima Tunjangan Profesi Guru atau TPG Non ASN. Kegiatan tersebut menyasar data guru PAI di tiga kabupaten, yakni Maros, Pangkep dan Barru, pada 26 hingga 28 Agustus 2026.
Ketua Tim Kerja SMA/SMK/SMALB Bidang PAI Kanwil Kemenag Sulsel, Muhammad Qasim, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan data penerima TPG, khususnya TPG Non ASN, benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain memeriksa data, tim juga ingin mengetahui kendala yang dihadapi pengelola serta memberikan dukungan kepada admin Emis dan SIAGA dalam menyiapkan data yang akurat, “kita melakukan proses pemeriksaan atau pembuktian untuk memastikan kebenaran, keabsahan, atau keakuratan dari suatu data,” ujar Qasim dalam keterangannya, Sabtu 29 Agustus 2026..
Menurut Qasim, akurasi data menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pembayaran tunjangan profesi guru. Karena itu, monitoring TPG Non ASN juga diarahkan untuk memastikan dokumen dan laporan yang menjadi dasar pembayaran telah disiapkan dengan benar, “monitoring/verifikasi dilakukan untuk melihat secara dekat data-data penerima TPG khususnya non ASN, kendala apa yang dialami serta bagaimana memberikan support terhadap para admin pengelola data Emis/SIAGA,” katanya.
Di Kabupaten Maros, tim monitoring yang terdiri atas Muhammad Qasim, Nur Asni Mattalatta dan Riffat Haqhani Zulkifli diterima Kasubbag TU Kemenag Maros, Abdul Kadir. Ia mewakili Kasi PAI yang berhalangan hadir dan menyampaikan bahwa pembayaran TPG guru PAI, baik Non ASN, ASN maupun PPPK, secara umum telah berjalan dengan baik.
Abdul Kadir mengakui sebelumnya proses pembayaran tunjangan profesi guru sempat menghadapi kendala, terutama berkaitan dengan kesiapan data yang dikelola. Namun, kondisi tersebut mulai membaik seiring semakin siapnya pengelola data, “kalau dulu memang sering ada kendala bahkan keterlambatan pembayaran karena kesiapan pengelola data dalam menyiapkan data-datanya, sekarang sudah mulai baik,” ucapnya.
Ia berharap perbaikan pengelolaan data tersebut dapat membuat pembayaran TPG guru agama di Kabupaten Maros semakin tepat waktu. Terlebih, menurutnya, anggaran untuk pembayaran tersebut telah tersedia sehingga proses selanjutnya tinggal memastikan seluruh kebutuhan administrasi dapat dipenuhi, “Insya ke depan kita akan berupaya membayarkan TPG guru-guru agama kita secara tepat waktu, apalagi anggarannya memang sudah tersedia,” katanya.
Sementara itu, kondisi pembayaran TPG Non ASN di Kabupaten Pangkep disebut telah berjalan sesuai harapan para guru PAI yang berada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Para guru berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan karena tunjangan profesi juga berkaitan dengan upaya mendorong kinerja, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru agama Islam.
Kasi PAI Kemenag Pangkep, Ince Nurdin, mengatakan data guru PAI Non ASN di wilayahnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi dengan baik. Kondisi tersebut membuat proses pembayaran TPG dapat berjalan tanpa kendala berarti, “di Pangkep guru PAI Non ASN telah terdata dan terverifikasi dengan baik, sehingga kita dalam melakukan pembayaran TPG tidak mengalami masalah atau kendala,” tuturnya.
Menurut Ince, pengelolaan data juga terus diperhatikan untuk guru PNS, PPPK maupun PPPK PW. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara admin pengelola data dengan pihak terkait agar seluruh informasi yang menjadi dasar pembayaran tunjangan dapat dipersiapkan secara tepat, “data yang baik dan akurat menjadi instrumen penting dalam melakukan pembayaran TPG,” ujarnya.
Hal serupa menjadi perhatian di Kabupaten Barru, di mana proses pembayaran TPG terus dipantau agar dapat dikelola dengan baik selama anggaran tersedia. Selain kesiapan anggaran, kelengkapan berkas persyaratan pencairan juga menjadi bagian yang harus dipastikan agar proses pembayaran TPG, termasuk TPG Non ASN, dapat berjalan sesuai ketentuan.
Muhammad Qasim mengatakan anggaran biaya tambahan atau ABT untuk menutupi kekurangan pembayaran TPG telah tersedia hingga Desember. Karena itu, ia meminta guru PAI dan para pengelola data memanfaatkan waktu yang ada untuk memastikan seluruh data siap sebelum proses pembayaran dilakukan, “sekarang kita berharap guru-guru PAI, sesuai arahan bapak Kakanwil dan Kabid PAI, agar admin SIAGA bekerja sama dengan staf pengelola kegiatan mempersiapkan data, sehingga pembayaran bisa dilakukan secara tepat waktu,” imbaunya.
Monitoring TPG Non ASN di Maros, Pangkep dan Barru menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenag Sulsel memperkuat akurasi data penerima tunjangan profesi guru. Dengan data yang lebih tertib dan terverifikasi, proses pembayaran diharapkan dapat berlangsung lebih lancar sekaligus mengurangi potensi kendala administrasi yang sebelumnya muncul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....