Dinas BMBK Sulsel Target Jalan Aroepala selesai Akhir Tahun
- 29 Agt 2026 07:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulawesi Selatan memastikan pekerjaan infrastruktur di ruas jalan Aroepala masih berjalan sesuai jadwal. Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan mengatakan pekerjaan di lokasi tersebut mencakup pengaspalan dan pembangunan rigid beton. P
Ia menambahkan, progress pengerjaan terus digenjot untuk mengejar target penyelesaian pada akhir 2026. “Intinya untuk Aroepala dalam skedulnya itu masih on the track,” kata Andi Ihsan, Jumat 28 Agustus 2026
Andi Ihsan menjelaskan pekerjaan rigid beton sebelumnya sempat menjadi perhatian karena membutuhkan waktu pematangan. Beton rigid membutuhkan waktu pematangan minimal 28 hari sebelum dapat digunakan secara optimal. Saat ini, usia pematangan beton telah mendekati 30 hari sehingga akses kendaraan sudah dapat dibuka. Kondisi tersebut sekaligus memungkinkan pekerjaan pada bagian lain kembali digenjot.
Menurut Andi Ihsan, pekerjaan di Aroepala Palakka ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Pihaknya masih mempertahankan jadwal yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan proyek. Keterlambatan hanya mungkin terjadi jika terdapat kendala teknis di lapangan. “Schedule-nya iya, di akhir tahun ini,” ujarnya.
Pekerjaan Aroepala Palakka merupakan bagian dari satu rangkaian proyek infrastruktur yang menghubungkan sejumlah ruas jalan. Rangkaian tersebut meliputi Jalan Hertasning, Aroepala, hingga Jalan Tun Abdul Razak. Proyek tersebut juga mencakup pekerjaan pedestrian di sejumlah titik. “Itu kan satu rangkaian,” jelas Andi Ihsan.
Andi Ihsan mengatakan seluruh pekerjaan tersebut masuk dalam satu paket dengan nilai sekitar Rp430 miliar. Pelaksanaan proyek dikerjakan oleh Tri Star Mandiri dengan perkembangan pekerjaan yang dinilai masih positif. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memantau progres agar pengerjaan sesuai dengan target dan spesifikasi yang ditetapkan. “Progresnya sekarang skala paket masih dalam tren positif,” katanya.
Selain pekerjaan jalan, pembangunan pedestrian juga mulai terlihat di kawasan Jalan Tun Abdul Razak dan Aroepala. Pedestrian tersebut diupayakan dapat tersambung dengan jalur pedestrian yang berada di sepanjang rangkaian ruas Hertasning hingga Tun Abdul Razak. Namun, desain dan luasan pedestrian tetap menyesuaikan kondisi masing-masing lokasi. Pemerintah memastikan kebutuhan ruang bagi pejalan kaki menjadi bagian dari perencanaan proyek.
Andi Ihsan menambahkan lebar pedestrian direncanakan minimal sekitar 2,5 meter. Pembangunan jalur pejalan kaki akan menyesuaikan kondisi dan luasan lahan di setiap ruas yang dikerjakan. Pemerintah berharap konektivitas pedestrian dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. “Minimal 2,5 meter pedestriannya itu,” pungkas Andi Ihsan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....