Pengamat: Edukasi dan Alih Profesi Penting bagi Pemulung TPA Antang

  • 28 Agt 2026 10:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Perubahan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, perlu diikuti dengan edukasi dan pemberdayaan bagi pemulung. Kebijakan pemilahan sampah berdampak pada berkurangnya material daur ulang yang selama ini menjadi sumber pendapatan mereka.

Pengamat sosial, Muhammad Yahya saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 26 Agustus 2026, mengatakan TPA Antang selama ini tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah. Kawasan tersebut juga membentuk komunitas yang terdiri atas pemulung dan pengepul yang menggantungkan kehidupan dari sampah bernilai ekonomi.

Menurutnya, pemilahan sampah membuat material seperti plastik, logam, dan kertas tidak lagi masuk ke TPA dalam jumlah seperti sebelumnya. Kondisi tersebut secara otomatis mengurangi kesempatan pemulung memperoleh sampah yang dapat dijual.

"Dia adalah warga masyarakat kita sehingga minimal ada alternatif pilihan dalam transisi kehidupan," ujar Yahya. Ia menilai pemerintah perlu memberikan kesempatan kepada pemulung untuk beradaptasi dengan perubahan kebijakan pengelolaan sampah

Host : Arty Alfiart (Sunarti Tasik Malillin) bersama Narasumber Pengamat sosial, Muhammad Yahya saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 26 Agustus 2026

Salah satu pilihan yang dapat dilakukan ialah melibatkan pemulung sebagai mitra dalam pengelolaan daur ulang atau bank sampah. Dengan keterlibatan tersebut, pemulung tetap memiliki sumber penghasilan sekaligus dapat bekerja dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur.

Yahya juga menekankan pentingnya memperhatikan kesehatan pemulung. Menurutnya, pemulung berisiko bersentuhan dengan pecahan kaca serta bahan berbahaya dan beracun atau B3, seperti aki, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi pemerintah dan berbagai instansi untuk memberikan edukasi serta pelatihan sesuai kemampuan pemulung. Keterampilan yang sudah dimiliki, termasuk kemampuan tertentu untuk bekerja atau membuka usaha, dapat dikembangkan melalui pemberdayaan ekonomi dan dukungan modal kerja.

Yahya berharap pemulung TPA Antang memperoleh pilihan pekerjaan yang lebih aman dan berkelanjutan. "Keterlibatan semua pihak di sini untuk memberdayakan masyarakat kita yang dalam puluhan tahun hidup dan menggantungkan kehidupan mereka dari tumpukan sampah," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....