Pendapatan Pemulung TPA Antang Menurun, Sampah Masuk Didominasi Residu
- 28 Agt 2026 10:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Larangan pembuangan sampah terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar berdampak terhadap pendapatan pemulung. Pemulung mengaku semakin sedikit sampah anorganik yang dapat mereka pilah dan jual.
Salah seorang pemulung, Nurjannah saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 26 Agustus 2026, mengatakan volume sampah yang masuk ke TPA Antang menurut pengamatannya tidak banyak berubah. Namun, sampah yang diterima pemulung kini lebih banyak berupa sampah residu.
Menurut Nurjannah, sampah organik dari rumah tangga mulai dikumpulkan untuk diolah atau dimanfaatkan. Sampah sayuran dari pasar juga sebagian dibawa untuk pakan ternak sapi yang berada di sekitar TPA.
Sementara itu, sampah anorganik yang memiliki nilai jual kini lebih banyak dipilah sejak dari rumah warga. Sebagian warga membawanya langsung ke bank sampah, sedangkan sebagian lainnya menyerahkan sampah tersebut kepada petugas pengangkut sampah.
Kondisi tersebut membuat pemulung kehilangan sebagian sumber pendapatan. Nurjannah mengatakan pemulung kini hanya memperoleh sampah anorganik yang masih tersisa setelah proses pemilahan dilakukan sebelumnya.
"Iya, yang lebih diuntungkan. Sedangkan kita pemulung itu ya bisa sisa-sisa yang masih bisa diselamatkan saja yang bisa dijadikan uang. Yang itu kami kumpulkan setiap hari," ungkap Nurjannah salah seorang Pemulung di TPA Tamangapa Antang Makassar

Nurjannah mengaku masih bertahan memulung di TPA Antang bersama suaminya karena pekerjaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak. Ia juga telah melamar pekerjaan di sejumlah tempat, tetapi terkendala faktor usia.
Nurjannah berharap pemerintah memberikan perhatian dan pendampingan kepada para pemulung yang terdampak kebijakan tersebut. Ia mengusulkan adanya sosialisasi, pelatihan keterampilan, serta informasi mengenai lapangan pekerjaan yang dapat diakses pemulung.
Menurut Nurjannah, keberadaan TPA selama ini turut menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat yang tidak memiliki ijazah. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi agar perubahan pengelolaan sampah tidak membuat pemulung kehilangan mata pencaharian.
"Harapannya saya itu semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan masyarakat yang kecil, terutama para pemulung yang tidak punya ijazah dan yang tidak ingin semua orang menganggur. Saya harap ke depannya pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi agar bisa mendapatkan... memberi kami lapangan kerja yang lebih baik dari TPA tersendiri," ungkap Nurjannah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....