Terima KKDB, Wali Kota Appi Ajak Kolaborasi Atasi Sampah dari Rumah
- 22 Agt 2026 11:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, mengajak Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) untuk berkolaborasi membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan dengan memulai pemilahan sampah sejak dari rumah. Ajakan tersebut disampaikan saat menerima silaturahmi pengurus KKDB di Balai Kota Makassar, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Appi, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan bersih-bersih atau mengandalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat. "Kami mengajak KKDB untuk bersama-sama memulai aksi bersih-bersih lingkungan dan memilah sampah dari rumah demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas sampah," ujar Appi.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus menjadi sistem yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia pendidikan, hingga kelompok masyarakat di tingkat kelurahan. Karena itu, kolaborasi tidak cukup hanya dilakukan oleh pengurus organisasi, tetapi juga harus menjangkau masyarakat secara luas.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, terus membangun sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya dengan mendorong pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Meski diakui perubahan kebiasaan tersebut tidak mudah, edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan agar sistem baru dapat berjalan optimal.
"Banyak yang masih skeptis karena ini mengubah kebiasaan lama. Namun, kita harus terus mendorong agar proses pemilahan sampah bisa berjalan," katanya.
Appi juga mengakui penerapan sistem baru dalam pengelolaan sampah belum sepenuhnya sempurna. Meski demikian, pemerintah tetap harus melakukan perubahan karena volume sampah yang terus meningkat membuat penanganan tidak lagi bisa bertumpu pada TPA.
Menurutnya, pengelolaan sampah juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi. Karena itu, pemerintah memperkuat peran bank sampah serta mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan penghijauan.
"Nah, sekarang kita masuk ke dalam era untuk mengubah sampah menjadi uang," tegasnya.
Ia bahkan membuka peluang agar hasil pengolahan sampah organik masyarakat dapat diserap pemerintah sebagai pupuk untuk tanaman yang dikelola pemerintah daerah. Selain membahas pengelolaan sampah, Appi juga memaparkan rencana pengembangan kelurahan tematik berbasis masyarakat.
Salah satunya Kelurahan Balla Parang yang akan dikembangkan sebagai kelurahan herbal melalui pemanfaatan tanaman obat untuk mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi warga. Dalam kesempatan itu, Appi juga menyinggung perubahan kondisi kawasan Antang yang dinilai kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Appi mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk KKDB, untuk menjadi bagian dari gerakan bersama membangun Kota Makassar melalui kolaborasi di berbagai bidang, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....