Nuansa Fajar RRI: Kupas Keseimbangan Ibadah dan Sosial
- 28 Agt 2026 07:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Program siaran Dialog Nuansa Fajar di Pro 4 RRI Makassar kembali hadir menyapa pendengar setia dengan mengangkat tema yang sarat akan makna spiritual dan sosial, Jumat 28 Agustus 2026. Acara yang disiarkan langsung dari studio RRI Makassar ini menghadirkan seorang narasumber inspiratif, Ustad Jabal Nur, S.I.P., M.Sos., yang merupakan Da'i dari Ikatan Da'i Muda Indonesia (IDMI).
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Jabal Nur mengusung tema utama bertajuk Menghubungkan Langit dan Bumi: Ibadah Kepada Allah, Manfaat Bagi Sesama. Topik ini dipilih untuk merefleksikan pentingnya keseimbangan antara pelaksanaan ibadah vertikal kepada sang pencipta serta kepedulian horizontal kepada sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Dialog interaktif ini mengupas secara mendalam bagaimana seorang muslim seharusnya tidak hanya mengejar keselamatan di akhirat saja. Keseimbangan hidup di dunia menuntut setiap individu untuk mampu memadukan ketaatan mutlak kepada Allah SWT dengan kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas di muka bumi.
Sebagai bagian dari uraian tauziahnya, Ustad Jabal Nur menceritakan sebuah kisah historis penting antara ulama besar Mesir, Syeikh Muhammad Abduh, dengan seorang ilmuwan asal Prancis bernama Ernest Renan. Kisah tersebut bermula ketika Ernest Renan melontarkan pandangan kontroversial bahwa umat Islam merupakan umat yang terbelakang dan sulit menjadi umat terbaik di dunia.
Mendengar pernyataan tersebut, Syeikh Muhammad Abduh sempat merasa terpanggil dan meradang karena membela kehormatan umat Islam yang berpedoman pada ajaran suci Al-Qur'an. Namun, dalam perdebatan intelektual itu, sang ilmuwan Prancis balik menantang Syeikh Abduh untuk membuktikan ucapannya melalui realitas sosial di tengah masyarakat.
Ernest Renan meminta Syeikh Muhammad Abduh untuk menunjukkan satu saja negara atau bangsa muslim saat itu yang benar-benar mampu menjalankan nilai-nilai luhur Islam secara sempurna. Mendapati kenyataan kondisi masyarakat Mesir kala itu yang masih jauh dari ideal, Syeikh Abduh akhirnya terdiam dan merenungkan kritik tajam tersebut.
Melalui kisah reflektif ini, Ustad Jabal Nur, S.I.P., M.Sos. menegaskan pentingnya implementasi ajaran Islam secara utuh di tengah masyarakat. "Menghubungkan langit dan bumi itu bukan sekedar redaksi yang begitu indah, akan tetapi ada esensi yang sangat dalam yang harus kita cerna tentang bagaimana kita menjaga semangat spirit kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala—hablum minallah kita ke atas dan juga kita menjaga hablum minannas," ujar Ustad Jabal Nur dalam siaran tersebut.
Lebih lanjut, Ustad Jabal Nur juga mengingatkan para pendengar Pro 4 RRI Makassar agar senantiasa memanfaatkan nikmat kesehatan dan rezeki titipan Allah dengan jalan berbagi kepada sesama. Ia menekankan bahwa harta dan kesehatan yang diberikan oleh Sang Pencipta harus menjadi sarana untuk mendekatkan diri, bukan justru menjauhkan diri dari ridha-Nya.
Pesan penutup dari tauziah pagi itu mengingatkan kaum muslimin agar tidak pernah merasa takut kekurangan ketika menyisihkan harta untuk bersedekah di jalan Allah. "Ibaratnya ketika kita berbagi janganlah kita berpikir bahwa uang yang kita sisihkan itu akan habis, insya Allah dengan uang yang kita sisihkan itu akan menjadi tolak bala bahkan menjadi pengganti yang lebih baik yang insyaallah membuat kita merasa tenang dan merasa memiliki manfaat terhadap sesama," pungkas Ustad Jabal Nur menutup dialog.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....