Maulid Nabi di MAN 1 Makassar, Akhlak Jadi Pesan Utama

  • 27 Agt 2026 20:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - MAN 1 Kota Makassar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan mengangkat tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia” di Lapangan Indoor MAN 1 Kota Makassar, Kamis 27 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menguatkan nilai keteladanan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap bangsa di lingkungan madrasah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad, jajaran Kasi Pendidikan Madrasah, para penceramah, Camat, Kapolsek, Ketua Komite, serta para Kepala Madrasah Negeri se-Kota Makassar. “Kehadiran berbagai unsur dalam peringatan Maulid ini menunjukkan bahwa madrasah menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi dan pendidikan karakter,” ujar Aminuddin.

Seluruh guru dan siswa MAN 1 Kota Makassar turut mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Kepala MAN 1 Kota Makassar, Sofyan Jukni, mengatakan kegiatan itu tidak semestinya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan semata. “Hari ini kita berkumpul untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, saya berharap anak-anakku semua tidak hanya mendapatkan kebersamaan, tetapi juga ilmu dan hikmah tentang Maulid Nabi,” ujar Sofyan. Menurutnya, pesan utama dari kegiatan tersebut adalah bagaimana peserta didik dapat membawa nilai keteladanan Rasulullah ke dalam kehidupan sehari-hari.

Tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia” juga dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang beragam. “Salah satu keteladanan Rasulullah adalah membangun ukhuwah dan persaudaraan dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, maupun latar belakang,” kata Sofyan.

Nilai persaudaraan tersebut terus diupayakan melalui berbagai kegiatan pendidikan di MAN 1 Kota Makassar, termasuk membuka ruang perjumpaan dengan latar budaya yang berbeda. Sofyan mengatakan, salah satu bentuknya terlihat dari kehadiran peserta didik asal Spanyol yang mengikuti pembelajaran budaya selama berada di Makassar. “Kami terus membuka ruang persahabatan dan pembelajaran lintas budaya agar anak-anak memahami bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling mengenal,” ujar Sofyan. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan peserta didik sekaligus memperkuat sikap saling menghargai.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad mengapresiasi antusiasme warga MAN 1 Kota Makassar serta berbagai unsur masyarakat yang hadir dalam peringatan Maulid. “Peringatan Maulid ini harus terus kita budayakan, momen yang hadir sekali dalam setahun ini menjadi cara kita untuk menghormati dan meneladani Rasulullah Muhammad SAW,” ujarnya.

Muhammad menegaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir yang menjadi teladan bagi umat manusia. “Tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW, karena itu tugas kita adalah melanjutkan dan mengamalkan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan di madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan akademik. “Pembinaan rohani di lingkungan pendidikan sangat penting, anak-anak kita harus terus mendapatkan penguatan spiritual agar rohaninya tidak hampa dan memiliki pegangan dalam menjalani kehidupan,” kata Muhammad.

Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel Aminuddin menilai peringatan Maulid di MAN 1 Kota Makassar juga memiliki nilai penting karena mempertemukan berbagai unsur dalam suasana kebersamaan. “Esensi penting dari kegiatan seperti ini adalah silaturahmi dan kebersamaan seluruh komponen yang mendukung kemajuan madrasah,” ungkapnya.

Aminuddin mengajak seluruh warga madrasah menjaga semangat kebersamaan tersebut dalam mendukung kemajuan MAN 1 Kota Makassar. Kepada peserta didik, ia juga berpesan agar masa belajar dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menjadikan keberhasilan para alumni sebagai sumber motivasi.

“Anak-anak perlu mengetahui bahwa banyak alumni madrasah yang telah berhasil di berbagai bidang, itu dapat menjadi motivasi bahwa dari madrasah juga lahir generasi yang mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa,” ujarnya. Menurutnya, pengenalan terhadap rekam jejak alumni dapat membantu peserta didik melihat bahwa pendidikan madrasah memiliki peluang besar untuk mengantarkan mereka meraih cita-cita.

Ia kemudian mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya ilmu pengetahuan. “Akhlak itu sangat penting, banyak orang yang tinggi ilmunya, tetapi tanpa akhlak, ilmunya tidak akan memberikan makna yang besar,” tutur Aminuddin.

Karena itu, nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik MAN 1 Kota Makassar. “Yang harus kita teladani adalah akhlak Nabi Muhammad SAW,” pesannya. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di MAN 1 Kota Makassar akhirnya menjadi ruang untuk menyatukan pesan pendidikan, spiritualitas, dan karakter. “Kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin dalam cara kita membangun persaudaraan, menjaga kerukunan, dan merawat Indonesia,” pungkas Aminuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....