Luruskan Mitos Seram Bulan Arwah Imlek
- 13 Sep 2026 13:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sembahyang arwah pada bulan ketujuh penanggalan Imlek atau Zhong Yuan Jie kerap dikaitkan dengan cerita mistis pintu neraka dan hantu kelaparan. Tokoh agama Khonghucu meluruskan bahwa pemahaman itu keliru.
Js. drg. Erlyana Sutono, Sp.KGA., MARS, Sekretaris Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) Sulawesi Selatan, menegaskan hal itu dalam Mimbar Agama Khonghucu di Pro 1 RRI Makassar, Sabtu, 12 September 2026.
Erlyana menjelaskan, secara ajaran resmi, sembahyang leluhur merupakan kewajiban sepanjang masa, bukan tradisi musiman yang hanya identik dengan bulan ketujuh Imlek.
"Sembahyang leluhur ini merupakan kewajiban sepanjang masa dan bukan musiman," ujar Erlyana Sutono.
Ia menerangkan, penghormatan kepada leluhur dalam ajaran Khonghucu terbagi dalam beberapa tingkatan waktu, mulai dari harian pada tanggal 1 dan 15 Imlek, bulanan, hingga musiman seperti Qing Ming.
Erlyana menambahkan, esensi dari perayaan Zhong Yuan sebenarnya adalah perwujudan cinta kasih yang diperluas kepada sesama manusia, termasuk arwah korban peperangan dan bencana yang tidak memiliki keturunan.
Ia mengutip sabda Nabi Kongzi yang menjadi pedoman umat Khonghucu dalam memaknai penghormatan kepada roh dan arwah leluhur.
"Hormatilah roh dan arwah, tetapi jauhilah sikap tahayul," katanya mengutip sabda Nabi Kongzi.
Erlyana menegaskan, umat Khonghucu tidak dibenarkan memohon keberuntungan atau kekayaan instan kepada makhluk gaib karena bertentangan dengan inti ajaran agama.
Ia berharap masyarakat luas tidak lagi memandang tradisi ini dengan kacamata ketakutan, melainkan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan tertinggi.
Sembahyang arwah, lanjutnya, murni ditujukan untuk penyucian batin dan mengenang jasa para leluhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....