Malongko’ Budaya Toraja: Menjaga Harga Diri dan Mencegah Perbuatan yang Tidak Baik

  • 26 Agt 2026 13:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Budaya Malongko’ dalam masyarakat Toraja tidak hanya berkaitan dengan rasa malu, tetapi memiliki makna yang lebih luas sebagai nilai yang mengajarkan manusia untuk menjaga harga diri, kehormatan, dan martabat diri maupun keluarganya. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam obrolan Apresiasi Budaya Lokal pada hari Senin, 24 Agustus 2026, yang mengangkat budaya Malongko’ dalam kehidupan masyarakat Toraja, dengan narasumber Dr. M DALYAN TAHIR.,M.Hum (Dosen Departemen Sastra Daerat akultas IImu Budaya Universitas Hasanuddin)

Malongko’ pada dasarnya menjadi pengingat bagi seseorang agar berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Nilai tersebut tidak hanya bertujuan mencegah seseorang melakukan korupsi, tetapi juga mencegah berbagai perbuatan yang tidak mendatangkan kebaikan, baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.

“Budaya Malongko’ bukan hanya untuk mencegah korupsi, tetapi semua perbuatan-perbuatan yang tidak mendatangkan kebaikan bagi diri dan keluarga.” ujar Dr. Dalyan.

Prinsip utama dari budaya Malongko’ adalah bagaimana manusia mampu menjaga harga diri, kehormatan, dan martabatnya beserta keluarga. Setiap tindakan yang dilakukan seseorang pada akhirnya tidak hanya membawa konsekuensi bagi dirinya, tetapi juga dapat memengaruhi nama baik keluarga dan lingkungan sosialnya.

Karena itu, Malongko’ dapat menjadi kontrol moral dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang memiliki kesadaran untuk menjaga kehormatan dirinya dan keluarga, ia akan lebih berhati-hati untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan, tidak jujur, menyakiti orang lain, maupun bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan.

Nilai tersebut juga memiliki relevansi kuat di tengah kehidupan modern. Generasi muda tidak hanya dihadapkan pada persoalan korupsi, tetapi juga berbagai tantangan moral, seperti penyalahgunaan media sosial, perundungan, penipuan, perilaku tidak jujur, hingga tindakan yang dapat merusak nama baik diri dan keluarga.

Dalam konteks tersebut, Malongko’ dapat menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Generasi muda Toraja dapat memahami bahwa menjaga martabat bukan berarti takut terhadap penilaian orang lain, melainkan memiliki kesadaran untuk memilih tindakan yang benar dan bermanfaat.

Pelestarian Malongko’ karenanya tidak cukup hanya dengan mengenalkan istilahnya. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat hingga ruang digital.

Budaya Malongko’ mengajarkan pesan sederhana namun mendalam: sebelum bertindak, pikirkan dampaknya bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Dengan menjaga harga diri dan kehormatan, seseorang turut menjaga nama baik keluarga serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....