Kota Makassar Bergemuruh, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Dibuka Menag RI
- 25 Agt 2026 10:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi dibuka di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 24 Agustus 2026 malam. Pembukaan ajang dua tahunan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Karebosi dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa MTQ tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan seni membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap Al-Qur'an, sekaligus membangun integritas aparatur negara.
"MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan seni membaca Al-Qur'an. Lebih dari itu, MTQ merupakan momentum untuk memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus membangun integritas aparatur negara," ujarnya.
Sebelum seremoni pembukaan, ribuan peserta mengikuti defile kafilah yang berasal dari berbagai provinsi, kementerian, dan lembaga. Sebanyak 117 kafilah ambil bagian, terdiri atas 38 provinsi serta 79 kafilah dari kementerian dan lembaga. Total peserta MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 mencapai 1.157 orang.
Kehadiran para kafilah dari seluruh Indonesia menjadikan Makassar tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kompetisi Al-Qur'an, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi aparatur sipil negara dalam memperkuat persaudaraan dan nilai-nilai pengabdian.
Menteri Agama menilai tema MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, "ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh", sangat relevan dengan tantangan birokrasi dan kehidupan berbangsa saat ini.
Menurutnya, estafet perjuangan membangun bangsa kini berada di tangan ASN yang dituntut menghadirkan pelayanan publik berkualitas dengan berlandaskan integritas dan akhlak mulia. "Estafet perjuangan itu berada di tangan ASN, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan integritas, pelayanan dan akhlak mulia," kata pria kelahiran Kabupaten Bone tersebut.
Ia mengingatkan agar nilai-nilai Al-Qur'an tidak berhenti pada kegiatan tilawah dan perlombaan semata, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, hingga mengambil setiap keputusan. Dengan semangat MTQ, diharapkan lahir aparatur sipil negara yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar juga menyinggung sejarah panjang pelaksanaan MTQ di Indonesia. Menurutnya, Makassar memiliki posisi penting karena menjadi tuan rumah MTQ pertama di Indonesia pada 1968 sebelum penyelenggaraannya berlanjut ke berbagai daerah lainnya.
"Pelaksanaan MTQ ini dilakukan secara terus-menerus dan tidak boleh berhenti," imbuh alumni IAIN Alauddin tersebut.
Selain menjadi media syiar Islam, Menag menilai MTQ memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi daerah penyelenggara. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, penggembira, serta masyarakat dari berbagai daerah mampu menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan hingga usaha masyarakat.
"Karena ribuan rata-rata penggembira dan anggotanya datang, maka pasti semua hotel tiba-tiba melonjak, pasar kaget, kuliner kaget, dan yang untung sesungguhnya adalah masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan MTQ ke depan tidak boleh hanya berfokus pada seni membaca Al-Qur'an. Menurutnya, Al-Qur'an memiliki ruang kajian yang luas, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan riset.
"Al-Quran sekarang ini bukan lagi untuk diperlombakan, tetapi ini menjadi isu sains," katanya.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, di antaranya Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua KORPRI Kota Makassar yang juga Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda.
Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya.
MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 selanjutnya akan berlangsung dengan berbagai cabang perlombaan yang mempertemukan aparatur sipil negara dari seluruh Indonesia sebagai ajang syiar Al-Qur'an, penguatan karakter ASN, serta mempererat persaudaraan antardaerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....