FKUB Makassar Suarakan Sikap Wasathiyah dan Aksi Nyata Pengelolaan Sampah
- 02 Okt 2026 17:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar menekankan pentingnya membumikan sikap wasathiyah (moderat) sebagai tiang penyangga utama kerukunan bangsa. Wakil Ketua FKUB Kota Makassar, Hasan Pinang mengatakan konsep wasathiyah mengajarkan umat beragama untuk bersikap adil, seimbang, dan tidak ekstrem dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Bahwa mayoritas umat beragama itu sudah memahami ajaran agamanya sebagai kepercayaan kepada Tuhannya. Namun, yang perlu dibumikan adalah bagaimana kesalehan individu itu berujung pada perintah untuk menyayangi seluruh makhluk Tuhan," ujar Hasan pada dialog Moderasi Beragama Proi 1 RRI Makassar Senin, 1 Oktober 2026.
Hasan menerangkan, dalam tataran praktis, FKUB Makassar memisahkan secara tegas antara ranah akidah (ibadah mahdhah) dan ranah sosial (muamalah). Menurutnya, perbedaan keyakinan adalah hal mendasar yang harus saling dihormati, sementara dalam ruang muamalah, seluruh elemen masyarakat diikat oleh hukum dan kepentingan bersama.
| Baca juga: Surah Al-Fajr Mengajarkan Makna Ujian |
"Dalam hal akidah, kita tegak lurus kepada kepercayaan masing-masing. Tapi dalam muamalah atau interaksi sosial, kita diatur oleh hukum bersama. Di sinilah kita harus moderat dan proporsional untuk menciptakan suasana yang kondusif," tegas Hasan Pinang.
Ia menambahkan, guna mengimplementasikan nilai moderasi secara nyata, FKUB Kota Makassar kini tidak hanya berfokus pada dialog verbal, melainkan merambah pada aksi sosial substantif. Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah keterlibatan aktif tokoh-tokoh dari enam majelis agama dalam mendukung program pengelolaan sampah kota.
"Kami di FKUB sudah mendatangi rumah-rumah ibadah dan lembaga pendidikan untuk mensosialisasikan pemilahan sampah. Ini bukti nyata kerukunan, di mana kita saling bekerja sama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama," kata Hasan Pinang.
"Misalnya teman-teman dari Parmabudhi (Buddha) turun langsung memberikan konsul dan edukasi pengelolaan sampah ke pondok pesantren seperti Pesantren Al-Imam Ashim. Ketika pesantren menerima kehadiran tokoh agama lain untuk berbagi kebaikan, itulah wujud nyata toleransi," ungkap Hasan Pinang.
Wakil Ketua FKUB Makassar ini menilai, kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang memerlukan sarana serta kolaborasi nyata. “Ada kaidah lil wasa'ili hukmul maqashid, bahwa cara atau sarana itu sama wajibnya dengan tujuan. Jika tujuan kita ingin tempat ibadah bersih dan nyaman, maka sarana pengelolaan sampahnya juga menjadi hal yang wajib kita perjuangkan bersama," jelas Hasan Pinang.
Hasan Pinang berharap, keterlibatan seluruh tokoh agama dalam aksi-aksi sosial daerah dapat menjadi contoh nyata bahwa moderasi beragama mampu memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan kota dan ketenteraman masyarakat. "Harapan kita, melalui kolaborasi yang harmonis ini, Makassar tetap menjadi kota yang rukun, damai, dan masyarakatnya dapat beraktivitas serta bekerja mencari kesejahteraan dengan tenang," pungkas Hasan Pinang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....