Pertamina AFT Hasanuddin Raih Low Risk Audit IFQP Berstandar Internasional

  • 21 Agt 2026 15:33 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin Group, Makassar, berhasil meraih hasil Low Risk dalam International Air Transport Association Fuel Quality Pool (IATA IFQP) Audit 2026. Assessment yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, dilakukan auditor IFQP dari Malaysia Airlines. Penilaian mencakup kesiapan fasilitas, kualitas bahan bakar, aspek keselamatan, hingga pelaksanaan operasional pelayanan aviation fuel.

IFQP merupakan bagian dari mekanisme fuel quality assurance dalam industri penerbangan internasional. Melalui program tersebut, fasilitas dan layanan bahan bakar penerbangan di berbagai bandara dinilai berdasarkan standar serta checklist yang berlaku secara global.

Selama assessment, auditor memeriksa berbagai aspek operasional AFT Hasanuddin, mulai dari kualitas bahan bakar, fasilitas dan peralatan, prosedur kerja, dokumentasi, keselamatan, hingga implementasi operasional di lapangan. Hasil assessment menempatkan AFT Hasanuddin dalam kategori Low Risk. Dalam prosesnya, auditor hanya menemukan sejumlah minor finding yang dapat langsung ditindaklanjuti dan diselesaikan selama periode assessment.

Auditor juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan tim dan kondisi operasional di lapangan dengan menyampaikan penilaian, “everyone is doing a good job”. Bahkan, berdasarkan pengalaman auditor yang telah melakukan assessment di berbagai fasilitas aviation fuel, performa AFT Hasanuddin dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah fasilitas yang pernah diaudit sebelumnya, termasuk beberapa fasilitas aviation fuel di lokasi utama luar negeri.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan hasil tersebut menjadi gambaran konsistensi seluruh tim dalam menerapkan standar operasional dan keselamatan. “Hasil Low Risk pada audit IFQP 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi seluruh tim AFT Hasanuddin. Assessment ini memberikan gambaran bahwa kesiapan fasilitas, penerapan prosedur, kualitas operasional, serta budaya safety yang kami jalankan telah berada pada level yang baik,” ujar Andreas.

Menurutnya, kesiapan menghadapi assessment internasional tidak dibangun hanya menjelang audit, melainkan merupakan hasil kedisiplinan personel dalam menjalankan prosedur dan menjaga keandalan operasional setiap hari. “Kami mengapresiasi seluruh fungsi yang terlibat, khususnya tim Operations dan Quality Assurance, yang secara konsisten menjaga kualitas pekerjaan di lapangan. Temuan minor yang muncul juga langsung kami tindaklanjuti sehingga proses assessment dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyebut capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan keselamatan layanan aviation fuel di wilayah Sulawesi. “Capaian Low Risk dari assessment IFQP menjadi apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga standar pelayanan aviation fuel. AFT Hasanuddin memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas udara di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek safety, kualitas, dan keandalan harus terus menjadi perhatian dalam setiap proses operasional,” kata Lilik pada jumat (21/8/2026).

AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan bahan bakar pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, yang menjadi salah satu simpul konektivitas udara utama di kawasan Indonesia Timur. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selanjutnya akan terus memperkuat penerapan HSSE, kualitas produk, keandalan fasilitas, kompetensi personel, serta disiplin operasional. Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan layanan aviation fuel tetap aman, andal, dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....