Dampak El Nino: Makassar Waspadai Kekeringan dan Bahaya Kebakaran
- 13 Agt 2026 08:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Fenomena El Nino menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar karena kondisi kemarau dan berkurangnya curah hujan dapat meningkatkan potensi kekeringan serta bahaya kebakaran di sejumlah wilayah. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Interaktif – Makassar Menyapa PRO1 RRI Makassar, Rabu, 12 Agustus 2026, dengan topik “El Nino dan Potensi Ancaman Bencana”.
Dialog yang dipandu Arfan Yusri menghadirkan Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., Kepala BPBD Kota Makassar, untuk mengulas kesiapsiagaan menghadapi dampak kondisi kering di Kota Makassar. Fadli Tahar menjelaskan, kondisi El Nino perlu diantisipasi karena periode kering yang lebih panjang dapat memengaruhi ketersediaan air, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air.
Kekeringan tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat memengaruhi kebersihan lingkungan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, masyarakat Makassar perlu mulai membangun kebiasaan menghemat air sebelum kondisi semakin sulit.
Menurut Fadli, langkah menghadapi kekeringan di Makassar harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan. Masyarakat dapat menggunakan air sesuai kebutuhan, memperbaiki kebocoran saluran air, menyiapkan cadangan air bersih, serta menghindari penggunaan air secara berlebihan.
Di sisi lain, pemerintah bersama BPBD perlu memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air dan menyiapkan langkah penanganan apabila kebutuhan air masyarakat mulai terganggu. “Untuk Kota Makassar, kita harus melihat kondisi ini secara bersama-sama. Ketika musim kering berlangsung lebih panjang, masyarakat harus mulai menghemat air dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air. Jangan menunggu sampai terjadi krisis baru kita melakukan langkah penanganan,” ujar Fadli Tahar.
Selain kekeringan, kondisi panas dan kering di Makassar juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka. Material seperti rumput, semak, sampah, dan benda-benda yang mudah terbakar akan lebih mudah tersulut ketika kondisi lingkungan kering.
Ancaman tersebut dapat semakin besar apabila terdapat angin yang membantu mempercepat penyebaran api. Fadli mengingatkan masyarakat Makassar agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di lahan terbuka dan kawasan permukiman yang berdekatan dengan material mudah terbakar.
Sumber api dari aktivitas rumah tangga juga harus diawasi, termasuk kompor, peralatan listrik, maupun aktivitas lain yang menghasilkan panas. “Dalam kondisi kering, masyarakat harus lebih berhati-hati dengan api. Jangan membakar sampah sembarangan dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, karena api kecil bisa berkembang menjadi kebakaran besar,” jelasnya.
Pencegahan kebakaran di wilayah Makassar juga dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan sekitar rumah tetap bersih dari tumpukan sampah dan material yang mudah terbakar. Warga perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Kepedulian warga menjadi sangat penting karena penanganan paling efektif adalah mencegah api sebelum berkembang dan meluas. Fadli Tahar menegaskan, menghadapi El Nino di Kota Makassar membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kekeringan dan kebakaran harus dicegah secara bersamaan melalui penghematan air, kewaspadaan terhadap sumber api, serta pemantauan kondisi lingkungan. “Mari masyarakat Makassar bersama-sama menghadapi kondisi ini dengan kesiapsiagaan. Hemat air, jaga lingkungan, hindari aktivitas yang bisa memicu kebakaran, dan segera laporkan jika menemukan potensi bahaya. Jangan menunggu bencana terjadi, karena pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana,” pesan Kepala BPBD Kota Makassar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....