Bawa Samurai dan Busur, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

  • 08 Agt 2026 07:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dua remaja yang diduga merupakan anggota komplotan geng motor diamankan Tim Unit VI Satuan Intelkam Polrestabes Makassar karena kedapatan membawa senjata tajam. Keduanya diamankan saat kelompok geng motor tersebut diduga hendak melakukan penyerangan terhadap warga di wilayah Kota Makassar.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, Jumat, 7 Agustus 2026, mengatakan dua remaja yang diamankan masing-masing berinisial Dm, 15 tahun, seorang pelajar SMP di Kabupaten Gowa, dan Ad, 17 tahun, yang bekerja sebagai buruh bangunan dan juga berdomisili di Kabupaten Gowa.

"Kedua anggota Komplotan geng motor yang ditangkap Tim Intelkam Polrestabes Makassar merupakan kelompok geng motor dari kabupaten Gowa diduga mereka masuk ke Kota Makassar, berkonvoi di jalanan menggunakan puluhan sepeda motor hendak membuat kericuhan di Kota Makassar, Ujar Kompol Wahiduddin.

Penindakan tersebut bermula ketika personel Unit VI Satuan Intelkam Polrestabes Makassar melakukan patroli pemantauan wilayah. Saat melintas di Jalan Sungai Saddang Baru Makassar, petugas mendapati sekitar 30 sepeda motor yang dikendarai secara berboncengan dan diduga membawa senjata tajam.

Kelompok tersebut kemudian berbelok menuju Jalan Inspeksi Kanal Abu Bakar Lambogo. Petugas yang melihat kondisi tersebut langsung melakukan pengejaran. Dalam pengejaran, salah seorang pengendara terjatuh dan kemudian diamankan petugas.

Kompol Wahiduddin menjelaskan, dari hasil penyisiran di sekitar lokasi, petugas menemukan dua senjata tajam berupa anak panah atau busur serta sebilah samurai. Barang bukti tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"Pada saat kedua anggota geng motor yang diamankan anggota Intelkam, diiterogasi dan mengakui mereka dari arah Gowa menuju ke Makassar dijemput anggota komplotan lainnya, yakni lelaki A.A untuk melakukan rolling di beberapa titik wilayah Makassar," Ucap Kompol Wahiduddin.

Dari hasil pemeriksaan, kedua remaja tersebut diketahui bergabung dengan kelompok DEPMES.AREA yang berbasis di Kabupaten Gowa. Kelompok tersebut disebut kerap berkumpul dengan kelompok LONNER untuk melakukan konvoi dan aksi penyerangan.

Komplotan tersebut kemudian berkumpul dengan rombongan lain menggunakan sekitar 50 sepeda motor di kawasan perempatan Jalan Veteran Utara, Jalan Veteran Selatan, dan Jalan Sungai Saddang Baru. Para pengendara diduga membawa sejumlah senjata tajam, di antaranya parang, samurai, anak panah dan busur.

"Kelompok geng motor Leonner tersebut merupakan berasal dari Kabupaten Gowa melakukan konvoi dan roling di Kota Makassar hingga merencanakan melakukan kekacauan di jalan A.P.Pettarani,"Sebut Kompol Wahiduddin.

Polisi menduga kelompok tersebut hendak melakukan penyerangan di Jalan A.P. Pettarani, tepatnya di depan Mie Gacoan. Petugas kemudian melakukan penindakan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kedua remaja yang diamankan tersebut bergabung dengan kelompok DEPMES.AREA yang berbasis di Kabupaten Gowa dan sering berkumpul dengan kelompok LONNER untuk melakukan konvoi dan aksi penyerangan,"Tambahnya.

Selain mengamankan dua remaja, Tim Intelkam Polrestabes Makassar juga menyita dua anak panah atau busur, satu bilah samurai, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi konvoi.

Seluruh remaja dan barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut. Penindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan masyarakat dari aksi geng motor, tawuran, premanisme, dan tindak pidana lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....